Ribuan Umat Hindu Ikuti Maligia Punggel Massal di Bangli, 80 Keluarga Terlibat

Ket Foto: Ida Ratu Begawan Kedatuan Agung Alang Sanja, Bebalang, Bangli, Bali
banner 120x600

BANGLI – Ribuan umat Hindu mengikuti upacara Maligia Punggel massal di Kedatuan Agung Alang Sanja, Bebalang, Bangli. Acara puncak upacara ini akan berlangsung pada Sukra Pahing Ugu, Jumat (8/8/2025), di Karang Suci Kedatuan dan melibatkan 80 keluarga dari berbagai daerah di Bali, termasuk Bangli dan Gianyar.

Rangkaian upacara telah dimulai sejak Rabu (6/8/2025) dengan upacara Ngulapin (Ngedetin) di Pantai Siut, Gianyar. Selanjutnya, upacara Mendak Betara Lingga digelar di Geria Soka, Bangli. Acara ini berlangsung meriah, diiringi oleh berbagai gamelan, dan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Geria Ngenjung dan Ida Ratu Pedanda Budha Geria Budha Keling. Sebagai koordinator upacara (Yajamana), bertindak Ida Ratu Begawan Kedatuan Agung Alang Sanja.

banner 728x250

Puncak dari upacara Maligia ini adalah Atma Wedana, yaitu upacara penyucian Pitara setelah ngaben, yang akan dilaksanakan pada Jumat (8/8/2025) dengan tingkatan Utama. Sebanyak 7 sulinggih dijadwalkan akan memimpin upacara puncak ini.

Selain itu, pada acara puncak juga akan dilaksanakan upacara metatah masal. Untuk menghibur para peserta dan umat yang hadir, akan ada persembahan hiburan dari prembong terkenal, Sengap Cs.

Ketua Yayasan Krematorium Sagraha Mandrakantha Santhi, I Nyoman Karsana, SE, menjelaskan bahwa pelaksanaan Maligia Punggel massal ini bertujuan untuk efisiensi dan mempererat rasa kebersamaan di antara para peserta. Biaya yang relatif ringan, yakni Rp 10 juta, diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga peserta. Seluruh rangkaian upacara, yang mencakup empat acara, diharapkan bisa tuntas lebih cepat.

Total ada 36 sulinggih yang terlibat dalam seluruh rangkaian upacara, termasuk saat Taur (3 sulinggih), Ngulapin (2 sulinggih), Nunas Lingga (2 sulinggih), Mepada Agung (2 sulinggih), Ngutpeti (7 sulinggih), Ngening (2 sulinggih), puncak Maligia (7 sulinggih), Pedanan Baligia (3 sulinggih), Mrelina (1 sulinggih), Ngayut (1 sulinggih), Ngedetin di Goa Lawah (1 sulinggih), Nyegara Gunung Goa Lawah (1 sulinggih), Dalem Puri (1 sulinggih), dan Besakih (1 sulinggih).

Rangkaian upacara akan berlanjut dengan Nganyut di Pantai Siut, Gianyar, yang akan dilaksanakan nanti malam (9 Agustus) pukul 02.00 dini hari WITA. Selanjutnya, upacara Nyegara Gunung akan dilaksanakan di Pantai Goa Lawah pada 13 Agustus 2025.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250