Rekam Jejak Bersih Aipda Putu Eka, Polwan yang Kini Tersandung Kasus Intimidasi Wartawan

Ket Foto: Aipda Putu Eka Purnawyanti.(Istimewa)
banner 120x600

GIANYAR – Sosok Aipda Putu Eka Purnawyanti, seorang polisi wanita (Polwan) yang dikenal sederhana dan penuh integritas, kini menjadi sorotan. Ia dituduh melakukan intimidasi terhadap seorang wartawan, padahal rekam jejaknya selama 23 tahun berdinas dikenal bersih dari masalah.

Putu Eka adalah putri pertama dari Ipda (Purn) I Ketut Ruja, seorang polisi purna tugas. Sang ayah selalu menanamkan pesan penting, “Jadilah Polri yang profesional dan suka menolong.” Pesan itulah yang menjadi pegangan hidup Putu Eka.

banner 728x250

Selama kariernya, Putu Eka pernah dua kali menjabat sebagai Staf Pribadi (Spri) Kapolres Gianyar. Setelah itu, ia mengabdi 17 tahun di Satintelkam Polres Gianyar tanpa cela. Pada 2024, ia dimutasi ke Paminal Polda Bali untuk meniti karier lebih lanjut.

Dituding Intimidasi Wartawan

Namun, kariernya yang mulus harus tercoreng saat ia dituduh mengintimidasi seorang wartawan bernama Andre Sulla dari Radar Bali. Tuduhan tersebut dengan cepat viral di media sosial, seolah-olah mengesampingkan rekam jejak Putu Eka yang panjang dan bersih.

Padahal, ada informasi lain yang menyebutkan perselisihan sebenarnya terjadi antara Andre Sulla dengan orang bernama Dede. Pertanyaan pun muncul, mengapa justru Putu Eka yang menjadi sorotan utama? Sikap Andre Sulla yang memblokir kontak Dede saat hendak dikonfirmasi juga dinilai tidak profesional.

Pengamat hukum, Bagio, S.H., M.H., menilai ada kejanggalan dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, penyidik Unit 3 Paminal Propam Polda Bali terlalu memaksakan perkara dan tidak memberikan ruang mediasi. Bagio juga menduga adanya unsur kebencian atau bahkan kepentingan politik di balik kasus ini.

Terlepas dari tuduhan yang menimpanya, Putu Eka tetap menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran. Sebagai orang tua tunggal dari tiga putri, ia dikenal sebagai sosok yang sangat pekerja keras. Setiap hari, ia bangun pukul 03.00 pagi untuk memasak dagangan yang akan dijual di sekolah anak-anaknya. Setelah itu, ia mengantar anak-anaknya ke sekolah dengan motor sebelum berangkat dinas.

Sepulang kerja, ia kembali ke pasar untuk membeli bahan membuat canang dan dagangan lain tanpa rasa gengsi. Tetangga-tetangganya mengenal Putu Eka sebagai pribadi yang ringan tangan, ramah, dan suka menolong, tanpa pernah mengganggu tugas kedinasannya.

Lebih dari itu, Putu Eka juga dikenal memiliki kepedulian besar terhadap hewan. Ia merawat 18 ekor anjing terlantar yang ia temukan di jalan. Hasil jualan canang dan makanannya disisihkan untuk membeli pakan dan biaya perawatan hewan-hewan tersebut, termasuk untuk biaya ke dokter hewan. “Kalau bukan saya, siapa lagi yang menolong mereka?” ucapnya.

Aipda Putu Eka Purnawyanti adalah potret keteguhan, kesederhanaan, dan kepedulian. Seorang ibu tangguh, anggota Polri berintegritas, serta manusia yang tetap berdiri tegar meski dihantam fitnah dan ketidakadilan.(alx/sis)

 

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250