GIANYAR – Sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, kawasan Saba, Gianyar, pada Rabu malam (5/11) sekitar pukul 21.34 WITA. Kecelakaan ini melibatkan seorang pengendara motor yang terjatuh setelah motornya tergelincir akibat tumpahan batu dari truk pengangkut.
Beruntung, di tengah situasi genting tersebut, hadir sosok Polwan berhati mulia, yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama, bahkan saat ia masih mengenakan busana adat.
Menurut data kepolisian, kecelakaan bermula ketika sebuah truk pengangkut batu yang dikemudikan oleh Gde Pius, warga Pekutatan, Jembrana, melintas di lokasi. Truk tersebut diduga mengalami kelalaian sehingga batu-batu dari bak truk berjatuhan dan berserakan memenuhi badan jalan.
Nahas, seorang pengendara sepeda motor bernama Gde, warga Abianbase, Gianyar, yang melintas di belakangnya, tak dapat mengendalikan laju kendaraannya.
“Korban jatuh setelah motornya tergelincir oleh batu-batu yang berserakan di jalan. Dia mengalami luka lecet di tangan dan kaki, serta diduga ada patah tulang di bagian tangan,” ujar salah satu saksi di lokasi.
Di tengah kebingungan warga dan pengendara yang melintas, muncul sosok Aipda Niluh Putu Eka Purnawyanti, anggota Polres Bangli. Ia diketahui baru saja selesai melaksanakan kegiatan keagamaan dan masih mengenakan busana adat lengkap.
Tanpa ragu, Polwan tersebut langsung menghampiri korban. Ia segera memberikan pertolongan pertama dan mengambil inisiatif untuk mengantarkan korban langsung ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba Gianyar agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Aksi spontan dan tulus dari Aipda Niluh Putu Eka Purnawyanti ini langsung menuai apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai, sikap cepat tanggap dan empati sang Polwan mencerminkan jati diri sejati anggota Polri yang humanis dan peduli terhadap keselamatan masyarakat.
“Aksi ibu Polwan ini luar biasa, dia tidak peduli masih pakai baju adat, langsung menolong dan mengantar ke rumah sakit. Ini baru namanya pelayan masyarakat,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Kini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Sopir truk, Gde Pius, telah dimintai keterangan atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan orang lain celaka.
Tindakan kecil namun bermakna dari Aipda Niluh Putu Eka Purnawyanti ini menjadi teladan bahwa panggilan hati untuk menolong sesama tak mengenal waktu, seragam, ataupun situasi.







