JEMBRANA, nirmedia.co – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Jati Jembrana sukses membukukan keuntungan lebih dari Rp 1,1 miliar sepanjang 2024. Capaian ini menjadi lonjakan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada 2022 PDAM sempat mengalami kerugian hingga Rp 1,4 miliar.
Direktur PDAM Tirta Amerta Jati Jembrana, I Gede Puriawan, mengatakan lonjakan keuntungan ini berkat arahan Bupati Jembrana I Nengah Tamba serta berbagai langkah efisiensi yang diterapkan. Salah satunya adalah tidak merekrut karyawan baru atau pegawai kontrak serta memaksimalkan penagihan dan menambah pelanggan non-rumah tangga.
“Keuntungan ini kami dapatkan dari penjualan air dan pendapatan non-air. Tapi ini masih bruto, belum termasuk pajak dan audit,” kata Puriawan saat ditemui Rabu (19/2).
Ia menegaskan PDAM juga melakukan penghematan pengeluaran di berbagai sektor agar laba semakin optimal. “Kami terus berbenah dan meningkatkan pelayanan untuk masyarakat Jembrana,” ujarnya.
Keberhasilan PDAM ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mampu membenahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Capaian ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi BUMD lain di Jembrana maupun di daerah lain.
Puriawan juga memastikan tidak ada kenaikan tarif pelanggan sejak ia menjabat pada 2022. Tarif masih mengikuti Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 40 Tahun 2019. Namun, PDAM tetap melakukan berbagai perbaikan layanan, termasuk mengganti water meter lama untuk mengantisipasi kebocoran. “Setiap tahun kami mengganti sekitar 2.000 water meter dengan anggaran Rp 700 juta,” ungkapnya.
Ke depan, PDAM menghadapi tantangan baru dengan adanya proyek strategis nasional di Jembrana, seperti pembangunan pelabuhan ikan, theme park, dan arena polo berkuda. PDAM harus memastikan suplai air yang cukup untuk kebutuhan di tiga proyek tersebut.(Sis)







