JEMBRANA, nirmedia.co – Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi kembali melanda Selat Bali pada Sabtu (8/2) siang. Akibatnya, otoritas pelabuhan memberlakukan sistem buka tutup pada penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.
Sebelumnya, sistem buka tutup atau penundaan penyeberangan memang beberapa kali diterapkan di Selat Bali. Kali ini, angin kencang dengan kecepatan 33-38 knot melebihi batas aman untuk pelayaran, sehingga penyeberangan dihentikan sementara pada pukul 12.13 WITA.
“Karena cuaca buruk, kami harus menghentikan sementara aktivitas pelayaran demi keselamatan penumpang,” jelas Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha.
Setelah kondisi cuaca membaik dengan penurunan kecepatan angin menjadi 18-20 knot, layanan penyeberangan kembali dibuka pada pukul 13.35 WITA. Fran Dharma Yudha mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas, terutama saat cuaca buruk.(Sis).







