JEMBRANA – Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu di perairan Selat Bali membawa temuan mengejutkan. Sesosok jenazah tiba-tiba muncul ke permukaan laut tepat saat alat berat sedang mengevakuasi serpihan bangkai kapal, Minggu (1/2) pagi.
Peristiwa ini bermula saat Komandan Posal (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, bersama anggotanya melakukan patroli rutin menggunakan Sea Rider. Patroli tersebut bertujuan untuk memonitor jalannya evakuasi bangkai kapal KMP Tunu yang dikerjakan oleh BC Pioner 88.
“Sekitar pukul 07.15 WITA, saat tim tiba di lokasi, terlihat crane sedang mengangkat bangkai truk berwarna kuning dari dasar laut,” ungkap Yuli, Minggu (1/2).
Muncul Bersamaan dengan Bangkai Truk
Sesaat setelah bangkai truk kuning itu terangkat ke atas, sesosok mayat mendadak muncul ke permukaan air. Jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban dari kecelakaan KMP Tunu yang selama ini berada di dalam atau di bawah bangkai kapal.
Situasi sempat terkendala arus laut yang cukup kuat. Pada pukul 07.30 WITA, jenazah tersebut sempat terseret arus ke arah utara hingga sejauh 1 mil dari titik awal penemuan.
Petugas dengan sigap melakukan pengejaran menggunakan Sea Rider untuk mengevakuasi korban agar tidak hilang terbawa arus lebih jauh.
Setelah upaya penyelamatan, jenazah berhasil dibawa ke daratan pada pukul 09.00 WITA. Petugas menyandarkan jenazah di pesisir Pantai Gilimanuk, tepat di depan Kantor Posal.
“Jenazah berhasil dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak Polairud Gilimanuk,” jelas Yuli.
Namun, karena lokasi pengangkatan bangkai kapal berada di koordinat yang masuk wilayah hukum Jawa Timur, pihak Polairud Gilimanuk kemudian menyerahkan jenazah tersebut kepada Polairud Banyuwangi yang sudah tiba di lokasi untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kini, jenazah telah dibawa oleh tim medis dan kepolisian Banyuwangi guna memastikan identitas korban melalui proses autopsi dan pencocokan data manifest penumpang KMP Tunu.(Sis)







