Puting Beliung Terjang Jembrana: Puluhan Rumah Rusak dan Tempat Suci Roboh

Ket: Puting Beliung Terjang Jembrana: Puluhan Rumah Rusak dan Tempat Suci Roboh

JEMBRANA – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (21/1) dini hari. Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah pada bagian atap hingga robohnya sejumlah bangunan tempat suci (palinggih).

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga wilayah kecamatan terdampak paling parah meliputi Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Jembrana, dan Kecamatan Pekutatan. Meskipun kerusakan material tergolong masif, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

banner 728x250

Mendoyo Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah
Di Kecamatan Mendoyo, tercatat sebanyak 40 Kartu Keluarga (KK) di Desa Penyaringan menjadi korban. Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menyatakan bahwa personel Bhabinkamtibmas telah terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan sejak pukul 07.10 WITA.

“Sesuai data sementara, dampak hujan dan angin kencang ini ada 40 KK yang terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi,” ungkap Kompol Sartika.

Kerusakan di Desa Penyaringan tersebar di empat banjar, dengan rincian:
Banjar Anyar Tembles: 21 KK
Banjar Anyar Kelod: 12 KK
Banjar Yeh Buah: 4 KK
Banjar Pangkung Kwa: 3 KK

Estimasi kerugian warga berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 3,5 juta per KK, mencakup kerusakan atap rumah hingga bangunan palinggih yang roboh.

Dampak di Batuagung dan Pekutatan

Selain Mendoyo, angin puting beliung juga mengamuk di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. Fasilitas umum seperti Bale Banjar Taman turut menjadi korban.

“Salah satu yang terdampak adalah Balai Banjar Taman di Desa Batuagung. Kerusakan pada atap, gentingnya berjatuhan,” ujar IB Agas Taman, salah seorang warga setempat.

Sementara itu, di Kecamatan Pekutatan, bencana terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Camat Pekutatan, I Wayan Yudana, melaporkan sedikitnya enam rumah warga di Banjar Dauh Pangkung mengalami kerusakan.

“Warga mendengar suara gemuruh angin yang sangat keras. Mereka bergegas keluar rumah saat angin kencang disertai hujan mengakibatkan atap rumah dan dapur berjatuhan,” jelas Yudana. Di wilayah ini, satu unit sepeda motor milik warga juga dilaporkan rusak tertimpa material atap yang terbang.

Gotong Royong Pembersihan

Hingga Rabu pagi, warga bersama aparat desa setempat terpantau telah melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan dan ranting pohon yang patah.
“Astungkara tidak ada korban jiwa, kerugian masih dalam pendataan,” pungkas Yudana. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bali Barat.

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250