JEMBRANA – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss, Piero Guicciardi (35), ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya di Villa Terrace Retreat & Spa, Banjar Dlod Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh sudah kaku di atas
tempat tidur.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (22/2) malam sekitar pukul 19.45 WITA. Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan pemilik villa, I Kadek Rondi Gunawan, karena korban tidak memberikan respons saat kamarnya diketuk berkali-kali.
“Saksi 3 (Bhabinkamtibmas) mendapat informasi dari pemilik hotel bahwa tamu di kamar nomor 2 tidak bisa dihubungi. Setelah dicek ke lokasi, pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, Senin (23/2).
Karena pintu depan terkunci rapat, pemilik villa meminta bantuan dua warga setempat, I Komang Suardana dan I Komang Wiliana, untuk masuk melalui pintu belakang. Keduanya harus memanjat tembok menggunakan tangga untuk bisa mengakses area kamar.
Saat berhasil masuk, kondisi lampu kamar dalam keadaan mati. Setelah pintu depan dibuka dari dalam, pemilik villa bersama petugas kepolisian mendapati korban dalam posisi tidur terlentang dan terbungkus selimut.
“Saat diperiksa, kondisi tangan korban sudah dalam keadaan kaku,” tambahnya.
Tim Identifikasi Polres Jembrana bersama dokter dari Puskesmas Pekutatan, dr. I Nyoman Agus Tripayana, langsung melakukan pemeriksaan luar di lokasi kejadian. Berikut adalah hasil pemeriksaan medis terhadap jasad Piero:
Kondisi Fisik: Korban ditemukan tanpa baju, hanya mengenakan celana dalam hitam dan jam tangan di tangan kiri.
Tanda Kematian: Kaku mayat sudah terbentuk pada bagian tangan, kaki, leher, hingga mulut. Ditemukan pula cairan sperma dan kotoran yang merupakan tanda klinis umum pada jenazah.
Kekerasan: Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria setinggi 190 cm tersebut.
Pihaknya menyatakan bahwa telah melakukan olah TKP dan menginterogasi sejumlah saksi, termasuk pemilik villa dan warga yang membantu proses evakuasi.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mencari petunjuk lebih lanjut. Saat ini koordinasi dengan pihak konsulat juga tengah diupayakan,” tandasnya.







