Tak Sekadar Seremonial, Bahana Bersahaja Jadi Bukti Nyata Pemkab Madiun Dekat Dengan Rakyat

Keterangan Foto : Tak Sekadar Seremonial, Bahana Bersahaja Jadi Bukti Nyata Pemkab Madiun Dekat Dengan Rakyat

Madiun – Pendekatan berbeda ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menghadirkan pelayanan publik. Lewat program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera), jajaran pemerintah tak sekadar datang, tetapi benar-benar “ngantor” di desa, menyatu dengan kehidupan warga.

Kegiatan yang digelar pada 14–15 April 2026 itu dipusatkan di Desa Bancong. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi hadir langsung, didampingi Forkopimda dan kepala OPD. Bahkan, seluruh rombongan menginap di desa setempat sebagai bentuk komitmen merasakan kondisi riil masyarakat.

banner 728x250

Desa Bancong sendiri dikenal sebagai sentra UMKM unggulan, khususnya kuliner khas brem Madiun yang menjadi ikon oleh-oleh daerah. Potensi ini menjadi salah satu fokus penguatan ekonomi lokal dalam kegiatan tersebut.

Kepala Desa Bancong, Ibnu Sudjono, menyambut baik kehadiran pemerintah daerah. Menurutnya, program ini menjadi momentum penting bagi desa untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung.

“Ini kehormatan bagi kami. Semoga kehadiran Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Bupati Hari Wuryanto menegaskan, Bahana Bersahaja bukan agenda seremonial. Program ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan warga.

“Kami ingin memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui sarasehan, kami dengarkan langsung keluhan warga, lalu ditindaklanjuti dengan aksi nyata, termasuk kerja bakti bersama,” tegasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, berbagai layanan publik digelar secara terpadu. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengurusan PIRT dan sertifikasi halal, hingga akses permodalan usaha.

Di sektor kesehatan, masyarakat mendapat layanan pengobatan gratis, pemeriksaan dokter spesialis, donor darah, hingga pemeriksaan mata dan pembagian kacamata baca. Wakil Bupati Purnomo Hadi turut memantau langsung jalannya layanan kesehatan guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

Tak hanya itu, program sosial seperti bedah rumah juga disiapkan bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan bergizi gratis serta mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Di bidang ekonomi dan pelayanan umum, kegiatan ini turut diramaikan pasar murah sembako, layanan pembayaran pajak daerah dan kendaraan bermotor, perpanjangan SIM, pembuatan SKCK, hingga layanan perbankan.

Pemkab Madiun juga menaruh perhatian pada sektor pertanian. Dengan luas wilayah sekitar 130 hektare, Desa Bancong dinilai memiliki potensi besar mendukung swasembada pangan, khususnya padi.

“Kami ingin petani tidak lagi menghadapi kendala serius seperti kekeringan. Setiap persoalan akan kita carikan solusi bersama,” tambah Bupati.

Melalui pendekatan jemput bola ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap kehadiran negara benar-benar terasa di tengah masyarakat. Tidak hanya mendengar, tetapi juga memberikan solusi konkret demi meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (%)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250