Sambut HUT TNI, Babinsa Pulau Terluar Gandeng Generasi Muda Melestarikan Pesisir dengan Mangrove

POHON MANGROVE: Personel Satgas Pamputer Mapia Serka Simon Bonsapia bersama murid SDN Kecil Mapia tanam pohon mangrove di Pantai Dermaga Mapia, Pulau Bras, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Senin (15/9/2025). (Foto: Penerangan Kodim 1708/BN)

SUPIORI – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), 5 Oktober 2025, Babinsa Koramil 1708-06/Supiori Utara, Serka Lixon Msen bersama anggota Satgas Puter Mapia menggelar kegiatan penanaman bibit mangrove di Pantai Dermaga Mapia, Pulau Bras, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua, Senin (15/9/2025).

Sebanyak 200 bibit pohon mangrove ditanam di sepanjang pesisir pantai. Penanaman ini tidak hanya dilakukan oleh prajurit TNI, tetapi juga melibatkan murid-murid SD Negeri (SDN) Kecil Mapia dan masyarakat setempat yang penuh semangat ikut turun langsung menanam.

banner 728x250

Babinsa menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting karena mampu mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota laut, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat di sekitar pesisir.

Dansatgas Pamputer Mapia Letda Cpl Emanuel Selviano Wiranto Nangga Wain, S.Tr.Han tanam pohon mangrove di Pantai Dermaga Mapia, Pulau Bras, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori. (Foto: Penerangan Kodim 1708/BN)

“Melestarikan alam berarti kita juga menjaga kehidupan kita sendiri. Mangrove ini bukan hanya pohon biasa, tapi benteng alami yang melindungi pantai kita dari abrasi dan menjaga ekosistem laut tetap seimbang,” ujar Babinsa.

Dikatakan Babinsa, selain menjaga pesisir, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap pulau-pulau terluar. Pulau Bras merupakan bagian dari wilayah perbatasan negara yang memiliki nilai strategis.

Babinsa Koramil 1708-06/Supiori Utara, Serka Lixon Msen tanam pohon mangrove di Pantai Dermaga Mapia, Pulau Bras, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori. (Foto: Penerangan Kodim 1708/BN)

“Dengan menjaga lingkungan dan ekosistemnya tetap lestari, maka keberlangsungan hidup masyarakat, potensi kelautan, hingga ketahanan wilayah di pulau terluar akan semakin terjamin,“ katanya.

“Pulau terluar harus kita jaga bersama. Selain memiliki kekayaan laut yang melimpah, pulau ini juga menjadi garda terdepan NKRI. Jika lingkungannya rusak, maka perlahan masyarakat akan kehilangan sumber daya, dan ini tentu bisa memengaruhi keberlangsungan hidup mereka. Karena itu, menanam mangrove adalah langkah kecil tapi berdampak besar untuk menjaga keberlanjutan pulau ini,” tegas Babinsa.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melibatkan generasi muda dalam kegiatan ini sangat penting. Dengan ikut menanam langsung, anak-anak dapat belajar sejak dini arti menjaga lingkungan dan mencintai alam.

“Anak-anak harus belajar sejak sekarang bahwa menjaga alam itu sama pentingnya dengan menjaga rumah kita sendiri. Kalau lingkungan rusak, maka masa depan kita juga akan ikut terganggu. Jadi, dengan kegiatan ini kita ingin menanamkan kesadaran bahwa mencintai lingkungan adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik,” ucap dia.

Diharapkan, bibit mangrove yang ditanam hari ini bisa tumbuh subur dan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kelestarian pulau terluar.

“Mari kita jaga bersama-sama, karena alam yang lestari akan memberi kehidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang. Inilah bentuk sederhana dari pengabdian TNI kepada rakyat dan lingkungan,” tutur Babinsa.

 

Sumber: Penerangan Kodim 1708/BN

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250