Magetan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Magetan dipastikan berlangsung meriah. Pemerintah daerah menjadwalkan puncak peringatan digelar pada 25 Mei 2026 di Alun-Alun Magetan, dengan sajian utama berupa tari massal yang melibatkan ribuan ibu guru se-Kabupaten Magetan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga dirancang sebagai ajang ekspresi dan kolaborasi insan pendidikan. Tari massal tersebut akan menampilkan kekompakan sekaligus semangat kebersamaan para pendidik dalam memajukan dunia pendidikan di Magetan.
Sebelum puncak acara, panitia juga menggelar lomba menulis surat untuk Bupati Magetan. Lomba ini terbuka bagi pelajar SMP se kabupaten Magetan dengan tujuan menyalurkan aspirasi, harapan, serta gagasan untuk kemajuan pendidikan di daerah. Surat terbaik nantinya akan dibacakan langsung di hadapan publik saat puncak peringatan Hardiknas.
Dian Astuti sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan saat ditemui Rabu (6/5/2026), menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun partisipasi aktif masyarakat.
“Hardiknas bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk menguatkan peran semua pihak dalam dunia pendidikan. Melalui tari massal dan lomba menulis surat, kami ingin menghadirkan ruang ekspresi sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan Alun-Alun Magetan sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang publik yang representatif, lokasi tersebut dipilih untuk mendorong geliat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan alun-alun.
“Kami ingin kegiatan ini juga berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan dipusatkan di alun-alun, diharapkan UMKM yang ada di sekitar bisa ikut merasakan manfaat, dagangannya laku, dan ekonomi lokal ikut bergerak,” imbuhnya.
Dengan konsep yang lebih terbuka dan partisipatif, peringatan Hardiknas 2026 di Magetan diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan daerah. (%)







