Lotim – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur (Lotim) kembali dikepung para demonstran puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lotim, Rabu (7/2/2024). Aksi tersebut sebagai balasan terhadap aksi yang digelar pekan lalu.
Ketua PMII Lotim, Zul Haraman dalam orasinya merpertanyakan anggaran sosialisasi pemilihan umum (Pemilu) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan anggaran program sosialisasi yang seharusnya dilakukan di kampus-kampus yang ada di Lotim tidak dilakukan oleh KPU Lotim.
“Yang menjadi pertanyakan kami adalah, anggaran sosialisasi para Komisioner KPU. Kami patut menduga anggaran tersebut dikemanakan,” ucapnya.
Ia menduga oknum Komisioner KPU Lotim tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak bekerja secara profesional badan penyelenggaraan Pemilu.
Selain itu, massa aksi meminta KPU Lotim untuk menunjukkan data penggunaan anggaran serta mempublikasikan informasi penggunaan anggaran sosialisasi.
Sementara, Ketua KPU Lotim melalui Sekretaris KPU Nurdin, menyampaikan bahwa saat ini Ketua KPU Lotim tidak berada di kantor, karena sedang perjalanan dinas diluar daerah. Sementara Komisioner KPU lainnya sedang mengikuti acara.
“Saya menghargai apa yang di sampaikan oleh adik-adik mahasiswa dan akan menyampaikan tuntutan dan permintaan dari massa aksi kepada Ketua KPU dan Komisioner” tuturnya.







