JEMBRANA – Diduga depresi akibat penyakit stroke yang tak kunjung sembuh, Ketut Nundra (70), warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Lansia tersebut ditemukan tewas tergantung di pohon waru kawasan pesisir Pantai Yehembang.
Peristiwa yang menggemparkan warga sekitar ini pertama kali diketahui oleh menantu korban, Niluh Sriani (37), pada Minggu (27/9) sekitar pukul 06.00 WITA.
Saat itu, Sriani hendak membuang sampah ke depan rumahnya di bawah pohon waru. Sontak ia kaget melihat sang mertua sudah dalam kondisi tergantung pada ketinggian sekitar dua meter.
“Saya kaget lihat bapak mertua tergantung. Saya langsung teriak memanggil suami dan keluarga lainnya,” kata Sriani, Minggu (27/9).
Korban ditemukan tergantung menggunakan tali plastik warna cokelat sepanjang kurang lebih 6 meter. Posisi kaki korban bersimpuh di tanah dengan leher terikat tali yang disimpulkan ke dahan pohon waru.
Pihak keluarga bersama warga kemudian langsung menurunkan korban. Namun, saat dievakuasi, korban dipastikan sudah meninggal dunia meski kondisi tubuhnya masih hangat dan belum kaku.
Anak korban, Mang Udi, menuturkan bahwa ayahnya masih terlihat tidur di dalam kamar sekitar pukul 03.50 WITA. Ia memperkirakan sang ayah melakukan aksi nekat tersebut sekitar pukul 04.00 WITA.
“Bapak saya memang rutin tiap hari bangun jam 04.00 WITA. Dia biasa jalan-jalan di pinggir pantai pagi hari. Dia memang sering ngeluh ingin mati karena tidak kuat menahan sakit stroke selama dua tahun,” ungkap Mang Udi.
Menerima laporan kejadian tersebut, aparat Polsek Mendoyo bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Jembrana dan tim medis Puskesmas Mendoyo langsung mendatangi lokasi untuk melakukankan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan medis terhadap jasad korban.
Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu I Nengah Budiarta membenarkan adanya insiden gantung diri tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, korban dipastikan murni mengakhiri hidupnya sendiri.
“Dari pemeriksaan dan olah TKP, diyakini korban meninggal murni bunuh diri karena depresi akibat sakit stroke yang tak kunjung sembuh,” ujar Iptu I Nengah Budiarta saat dikonfirmasi.







