Polisi Selidiki Dugaan Dokumen Palsu 25 Sapi yang Digagalkan di Gilimanuk, Pemilik Masih Misterius

Ket Foto: Sapi di kandang karantina Gilimanuk yang diduga akan dikirim ke luar Bali menggunakan dokumen palsu.

JEMBRANA – Polres Jembrana mulai bergerak menyelidiki dugaan pemalsuan dokumen pengiriman 25 ekor sapi yang digagalkan petugas Karantina di Pelabuhan Gilimanuk. Polisi kini menelusuri siapa pemilik puluhan sapi misterius tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, menyatakan pihaknya telah mendatangi Kantor Karantina Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk untuk mengumpulkan keterangan awal. Penyelidikan difokuskan pada keabsahan dokumen yang digunakan untuk mengelabui petugas.

banner 728x250

“Kami sudah mendatangi Karantina Gilimanuk. Kita selidiki terkait dugaan dokumen palsu tersebut,” ujar Alit saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/5).

Alit menegaskan bahwa saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap dalang di balik pengiriman ilegal ini. “Masih tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Senada dengan kepolisian, Kepala Karantina Wilker Gilimanuk, drh. I Putu Agus Kusuma Atmaja, menyebutkan bahwa hingga kini sosok pemilik puluhan sapi tersebut belum diketahui secara pasti. Berdasarkan informasi awal, puluhan ternak tersebut diduga berasal dari Kabupaten Karangasem.

“Pemiliknya belum pasti. Cuma dapat info sapi asal Karangasem. Mau diinvestigasi oleh Polres terkait pemalsuan dokumen,” kata Agus.

Diberitakan sebelumnya, petugas Karantina sempat melakukan aksi pengejaran terhadap sebuah truk yang bermuatan 25 ekor sapi di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (7/5). Truk tersebut akhirnya dicegat tepat sebelum keluar dari Pulau Bali.

Kecurigaan petugas muncul di tengah meningkatnya volume pengiriman ternak keluar Bali menjelang hari raya Idul Adha. Saat dilakukan pemeriksaan intensif, dokumen yang dibawa sopir truk ditemukan tidak sesuai dengan standar operasional.

“Benar, tadi kami ada kecurigaan terhadap truk sapi tersebut sampai kami kejar ke pelabuhan. Setelah diperiksa, kami temukan bahwa dokumen karantina yang dibawa tidak sesuai atau patut diduga palsu,” ungkap Agus.

Meski truk dan muatannya sudah diamankan di kandang karantina, identitas pengirim masih gelap.

Sopir truk yang diperiksa petugas hanya memberikan informasi mengenai asal ternak tanpa membeberkan detail siapa pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman tersebut.
Saat ini, 25 ekor sapi tersebut masih ditahan di kandang karantina untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan otoritas karantina.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250