Viral Jasa Keset di Pelabuhan Gilimanuk, Lurah hingga SPSI Duduk Bareng Cari Solusi

Ket : Viral Jasa Keset di Pelabuhan Gilimanuk (its)
banner 120x600

JEMBRANA – Sebuah video yang menunjukkan pemungutan jasa keset oleh kelompok Jerambah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sempat viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pihak Kelurahan Gilimanuk bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar koordinasi untuk mencari jalan tengah.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Lurah Gilimanuk pada Rabu (7/1/2026) pagi. Hadir dalam koordinasi tersebut Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, Ketua SPSI Jembrana Sukirman, Ketua Jerambah Sutrisno, hingga pihak Bhabinkamtibmas.

banner 728x250

Ketua SPSI Jembrana, Sukirman, menjelaskan bahwa keberadaan Jerambah di Pelabuhan Gilimanuk memiliki sejarah panjang sejak tahun 1963. Saat itu, pelabuhan masih bersifat tradisional dan memerlukan penyangga kayu (jerambah) untuk proses bongkar muat kendaraan.

“Tahun 1970 Jerambah telah tergabung dalam SPSI hingga saat ini,” ujar Sukirman dalam pertemuan tersebut, Rabu (7/1/2026).

Persoalan muncul setelah unggahan video terkait pungutan jasa keset kepada pengguna jasa pelabuhan viral. Kelompok Jerambah pun meminta pihak kelurahan untuk memfasilitasi komunikasi dengan pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk.

Ketua Jerambah, Sutrisno, memberikan usulan jika nantinya aktivitas pemungutan jasa karpet kepada pengguna jalan di dermaga LCM dilarang. Ia berharap ada skema baru terkait upah jasa mereka.

“Apabila nantinya Jerambah tidak diperbolehkan memungut jasa karpet di Pelabuhan LCM, agar jasa karpet tersebut bisa dibayarkan oleh pihak pelayaran,” kata Sutrisno.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan menghubungi pihak manajemen ASDP. Saat ini, pihaknya tengah menunggu waktu yang tepat untuk mempertemukan seluruh stakeholder.

“Lurah Gilimanuk telah melakukan koordinasi kepada Manager ASDP dan saat ini menunggu informasi untuk duduk bersama dengan stakeholder terkait, yang tentunya mengundang perwakilan Jerambah,” jelasnya.

Pertemuan yang berlangsung selama 45 menit itu berjalan aman dan kondusif. Hingga kini, otoritas pelabuhan masih mengkaji solusi terbaik agar pelayanan di Pelabuhan Gilimanuk tetap nyaman tanpa merugikan pihak-pihak yang telah menggantungkan hidup sebagai pekerja jerambah selama puluhan tahun.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250