TABANAN, nirmedia.co – Pulihnya sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19 membuat permintaan beras merah, khususnya jenis Cendana, melonjak drastis.
Ini membuat ketersediaan beras merah jenis tersebut menjadi langka. Harganya juga ikut terkerek.
Saat ini, harga satu kilogram beras merah kering mencapai Rp 14 ribu per kilogram dari sebelumnya yang berkisar Rp 9 ribu per kilogram.
I Wayan Semara Jaya, salah seorang petani beras merah di kawasan Subak Jatiluwih, mengungkapkan kondisi tersebut.
Ia mengaku, kenaikan harga ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan stok. Menurutnya, permintaan jenis beras untuk bahan baku pembuatan teh ini lagi meningkat tajam.
Di tahun lalu, permintaan beras merah tiap bulannya berkisar 50-100 pieces. Kini di 2024, permintaannya melonjak dua sampai tiga kali lipat. Kisarannya antara 200-300 pieces.
Dari sisi harga, kemasan untuk 200 gram bisa mencapai Rp 20 ribu.
Ia mengungkapkan, banyak wisatawan asing yang memesan teh beras merah untuk dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke Jatiluwih.
“Pesanan banyak dari tamu biasanya untuk oleh-oleh. Sekarang ada permintaan tetapi kemasan belum datang. Saya panen beras merah untuk teh dan konsumsi sendiri,”terangnya. (Ch)







