Rumah Warga di Jembrana Ludes Terbakar Usai Sembahyang, Kerugian Capai Rp 115 Juta

Ket: Rumah Warga di Jembrana Ludes Terbakar Usai Sembahyang, Kerugian Capai Rp 115 Juta

JEMBRANA – Nasib malang menimpa I Putu Suparya (48), warga Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Jembrana. Rumah tinggalnya ludes dilalap si jago merah pada Selasa (3/3) pagi. Kebakaran diduga dipicu oleh dupa yang masih menyala usai persembahyangan.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 09.10 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat istri korban, Ketut Semiasih (46), selesai melakukan persembahyangan di pelangkiran (tempat pemujaan) di dalam kamar.

banner 728x250

Setelah menaruh sarana persembahyangan di kamar, Semiasih menyusul suaminya ke area Merajan untuk melanjutkan ibadah. Namun, tak berselang lama, seorang tetangga melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari arah rumah korban.

“Saksi (tetangga) melihat rumah korban sudah terbakar dan langsung berteriak memanggil pemilik rumah. Putu Suparta yang sedang bersembahyang kaget dan langsung meminta bantuan warga untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ujar Kepala Satpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo, dalam keterangannya, Selasa (3/3).

Menerima laporan tersebut, Regu I Damkar Jembrana langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dengan waktu tempuh sekitar 10 menit, petugas tiba di TKP dan langsung melakukan pemadaman secara intensif.

Sebanyak 4 unit armada dikerahkan, yang terdiri dari, Armada Altora, Armada Hino Tembak, Armada Tangki Merah, Armada Tangki Silver. Petugas menghabiskan sekitar 8.500 liter air (2 tangki) untuk menjinakkan api. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama kurang lebih 30 menit hingga api benar-benar dipastikan padam.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, bangunan rumah seluas 7 x 5 meter yang terdiri dari tiga kamar tidur dan satu ruang tamu tersebut hangus tak bersisa. Sejumlah barang berharga milik korban pun ikut menjadi abu, di antaranya, Uang tunai senilai Rp 10 juta, Perhiasan emas dan BPKB kendaraan, 1 unit TV, 2 buah lemari kayu beserta pakaian, 2 buah kasur tidur.

“Total kerugian yang diderita korban diperkirakan mencapai Rp 115.000.000. Hingga saat ini, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah api dari sisa dupa sembahyang yang merembet ke benda mudah terbakar di dalam kamar,” kata Eko.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250