Kejadian bermula saat Arifin ditelp oleh bagian Humas RSUP dr. Ben Mboi Kupang, untuk datang ke Lt 3 ruang manajemen RSUP, Kamis (16/5/2024), setelah tiba usai memarkir kendaraannya, Arifin yang saat itu sedang buru-buru ikut jalan pintas melalui lorong samping gedung RSUP menuju Lift, namun rupanya disinilah masalah mulai timbul, oknum security RSUP meneriaki dari depan agar jangan lewat samping tapi melalui lobi depan.
“Karena saat itu saya sedang buru-buru, saya pikir ikut lorong samping biar lebih cepat menuju lift dan naik ke atas lantai 3, setelah saya tiba dilantai 3 saya duduk diruang tunggu ruangan manejemen, tak berapa lama ada oknum security mendatangi saya, dia menanyakan keperluan saya datang, kenapa tidak melapor didepan lalu dia juga bilang kenapa saya diteriaki saya lari, bayangkan masak saya lari kan saya datang karena ditelp oleh Humas RSUP bukan untuk mencuri” tegas Arifin menceritakan kronologis yang dialaminya
Menurut Arifin saat itu dia sudah coba menjelaskan keperluannya datang ke RSUP, juga alasannya melalui lorong samping, namun oknum security tersebut malah membentaknya dengan nada tinggi bahwa dia adalah yang punya wilayah dan siapapun yang masuk harus ikut aturannya.
“Saya sudah coba jelaskan bahwa saya datang karena ditelp terkait penyelesaian administrasi sebagai media kerjasama Humas RSUP, namun Pak satpam itu entah saya lupa namanya malah bentak-bentak saya dengan nada tinggi, dia bilang anda wartawan tapi saya yang punya kuasa disini karena ini wilayah saya, jadi anda harus patuhi aturan saya, teriaknya kepada saya yang saat itu sedang bersama Pak Mariano dari bagian Humas, lalu saya bilang baik kalau memang saya dinilai salah saya minta maaf, tapi dia masih melotot kepada saya, jujur karena saya merasa sudah sangat dekat dengan RSUP kebetulan Pak Dirut dr. Annas Ahmad saya juga kenal baik makanya saya pikir gak masalah saya ikut lorong samping, eh gak taunya jadi masalah besar” tutur Arifin.
Sementara itu Ketua MPW PP NTT, Adrianus Agal, SH, MH, melalui Wakil Ketua Majelis Pimpinan wilayah, Pemuda Pancasila, Nusa Tenggara Timur, Loresten Koeslulat, SH. Menyayangkan adanya kejadian ini, menurutnya seorang security dalam menjalankan tugasnya Harus mengedepankan etika berkomunikasi, santun dan humanis.
“Saya kaget dan menyayangkan mengapa mesti ada kejadian begini, kami sebagai warga masyarakat jadi kaya merasa ngeri, kebetulan hal ini terjadi pada mas Arifin yang adalah Kabid Komunikasi dan informasi media massa di MPW PP NTT, beliau juga seorang wartawan sekaligus Kaperwil NTT di salah satu media Nasional, tapi bukan semata karena itu alasan saya harus angkat bicara dalam hal ini, jujur saya pribadi dan kami masyarakat merasa sangat senang d Ngan keberadaan RSUP dr. Ben Mboi ini, sebagai sarana layanan kesehatan yang luar biasa, namun kembali saya ingin tegaskan saya tidak setuju bila ada oknum security yang terkesan arogan kepada masyarakat begitu, kalau alasannya menegakkan aturan karena tugas, saya sangat setuju tapi cara penyampaiannya juga harus dengan bahasa yang santun dan bijak” tegas Loresten.
Loresten juga menambahkan bahwa “Sebagai pribadi, fungsionaris dan pimpinan MPW PP Provinsi NTT, akan kita bahas dan berikan suara guna memenuhi unsur dukungan peningkatan pelayanan publik RSUP Ben Mboi melalui semua unsur yg melekat di tiap jenjang, Ini catatan utk kinerja pelayanan Satpam di sana sekaligus sebagai pengarah utk manajemen pelayanan umum di situ, atas petunjuk Pak Ketua MPW PP NTT, kami akan segera bersurat secara resmi kepada pihak RSUP terkait hal ini” pungkasnya. (!)







