Mayat Pria asal Jembrana Ditemukan di Banyuwangi, Diduga Korban Pembunuhan

Korban saat ditemukan tewas di pinggir sungai kawasan Wongsorejo, Banyuwangi dan suasana di rumah korban.(IST)

JEMBRANA – Sesosok mayat laki-laki yang ditemukan di pinggir sungai wilayah Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (10/3), diketahui bernama Komang Kusumajaya alias Bentar, warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Polres Banyuwangi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pembunuhan ini. Pihak keluarga korban telah berada di Polres Banyuwangi untuk memberikan keterangan.
Menurut keterangan orang tua korban, Komang Kusumajaya pergi ke Banyuwangi pada Minggu (9/3) sekitar pukul 08.00 WITA bersama tetangganya, Putu Saputra Adinata alias Gading.

banner 728x250

“Anak saya ke Banyuwangi bersama Gading untuk mengambil sepeda motornya,” ujar Nyoman Kartini, ibu korban, saat ditemui di rumahnya, Senin (10/3) malam.

Kartini menjelaskan bahwa seminggu sebelumnya, motor jenis N-Max milik anaknya dibawa oleh Gading ke Banyuwangi untuk mengambil surat kir milik Mang Nik. Namun, Gading tidak membawa kembali motor tersebut dengan alasan tidak bisa mengendarai karena sakit.

“Tapi setelah ditunggu sampai seminggu, motor anak saya tidak kunjung kembali. Saat ditanya Gading, dia selalu membuat alasan yang tidak masuk akal,” imbuh Kartini didampingi suaminya, Wayan Artawan.

Karena itu, pada Minggu pagi, Komang Kusumajaya pergi bersama Gading ke Banyuwangi untuk mengambil motornya. Namun, pada Senin (10/3) sekitar pukul 06.00 WITA, Gading datang ke rumah korban sendirian.

“Saya sempat tanya kepada Gading di mana anak saya, kenapa kamu pulang sendiri. Gading bilang kalau anak saya menginap di Delod Berawah dan katanya masih tidur. Gading bilang mau ke Lombok mau kerja. Tapi waktu itu Gading ngomong sama saya gemetaran,” tutur Kartini.

Siang harinya, Kartini dan suaminya cemas menunggu kepulangan Komang Kusumajaya. Sore harinya, sekitar pukul 18.00 WITA, mereka mendapat kabar bahwa anaknya ditemukan tewas di pinggir sungai di Wongsorejo, Banyuwangi.

Ketut Tulis, paman korban, menuturkan bahwa pada Minggu (9/3) sekitar pukul 20.00 WITA, ia sempat menghubungi korban melalui telepon, namun tidak diangkat. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, korban sempat membalas.

“Melalui pesan WhatsApp, ponakan saya (korban) mengaku baru turun dari kapal (Pelabuhan Gilimanuk). Ponakan saya juga sempat chat tidak dengar suara telepon karena tidur di kapal,” terang Ketut Tulis, Senin (10/3/2025).

Ketut Tulis menduga, pesan tersebut dibalas oleh Gading menggunakan HP korban. Ia juga mencurigai adanya keterkaitan antara kematian korban dengan Gading. Kejanggalan lain yang ditemukan adalah adanya pancing di dekat mayat korban, padahal korban tidak suka memancing. Gading saat ini menghilang dari rumahnya.

Keluarga korban meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini karena mereka yakin Komang Kusumajaya tewas dibunuh.(Sis)

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250