JEMBRANA, nirmedia.co – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Pengeragoan Dangin Tukad, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana menunjukkan kinerja positif sepanjang Tahun Buku 2024. Dengan pertumbuhan aset sebesar 30,18%, LPD membuktikan eksistensinya sebagai mitra utama Krama Desa Adat dalam mengembangkan usaha produktif.
Bendesa Desa Adat Pengeragoan Dangin Tukad, I Made Sugiarta menjelaskan bahwa keberhasilan LPD ini tidak lepas dari faktor manajemen yang baik dan pengawasan ketat dari Badan Panureksa serta pendampingan dari Sabha Desa. Selain itu, menurutnya pelayanan jemput bola tetap menjadi andalan dalam memberikan kemudahan transaksi bagi Krama Desa Adat.
“Seluruh karyawan dan unsur pengawasan telah bekerja maksimal, sehingga target usaha tercapai dengan baik,” ujar Sugiarta.
Demi meningkatkan transparansi, lanjut Sugiarta, LPD telah membentuk Komite Kredit (Loan Committee) yang terdiri dari semua prajuru. Komite ini berperan dalam memastikan setiap keputusan kredit dilakukan secara selektif dan berdasarkan analisis mendalam.
“Berdasarkan laporan keuangan, aset LPD tercatat sebesar Rp 12,34 miliar, mengalami peningkatan Rp 2,86 miliar dibanding tahun sebelumnya. Dana yang ditempatkan di bank tumbuh 21,68% menjadi Rp 6,08 miliar, sementara pinjaman yang diberikan meningkat 33,11% menjadi Rp 5,88 miliar,” papar Sugiarta.
Selain itu, aktiva lain-lain melonjak 354.170% atau Rp 315,3 juta akibat pembelian sebidang tanah. Modal usaha pun meningkat 15,31% menjadi Rp 3,17 miliar. Dari sisi pendapatan, operasional LPD mengalami kenaikan 32,19%, mencapai Rp 1,26 miliar, dengan laba bersih tumbuh 79,77% menjadi Rp 542,81 juta.
Outstanding kredit per 31 Desember 2024 tercatat Rp 5,88 miliar dengan 104 debitur. Dari jumlah tersebut, 96,62% atau Rp 5,68 miliar masuk kategori lancar, sedangkan 3,38% atau Rp 199,02 juta masuk dalam non-performing loan (NPL) dengan 9 debitur.
“Secara keseluruhan, rasio keuangan LPD berada di angka 99,00%, masuk dalam kategori sehat. Realisasi rencana kerja juga melampaui target hingga 122,82%, dengan realisasi pendapatan mencapai 125,76%,” jelasnya.
Proyeksi 2025: Pertumbuhan Berkelanjutan
Menghadapi 2025, pihaknya menargetkan pertumbuhan 6,87% dengan proyeksi aset mencapai Rp 13,19 miliar. Pendapatan diproyeksikan naik 4,03% menjadi Rp 1,31 miliar, sementara sisa hasil usaha ditargetkan meningkat 6,19% menjadi Rp 576,42 juta.
“Kami berharap dukungan dari seluruh Krama Desa Adat agar terus bertransaksi di LPD sebagai bagian dari kontribusi untuk kemajuan bersama. Dengan asas kawigunan, padumpada, menyama braya, gilik saguluk, parasparos, dan salunglung sabayantaka, kami optimistis dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Sugiarta.(Sis)







