Jembrana Jadi Percontohan Program Dapur Sehat Nasional

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama Dandim 1617/Jembrana dan Kapolres, saat meninjau langsung pelaksanaan perdana program makan bergizi gratis, Senin (6/1/2024). (IST).

Jembrana, nirmedia.co – Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi pionir pelaksanaan program Dapur Sehat Nasional. Melalui Yayasan Boga Bahagia Jembrana (BBJ), sebanyak 3.107 siswa dari 15 sekolah telah menikmati makanan bergizi gratis mulai Senin (6/1/2025). Program ini menargetkan pembangunan 21 Dapur Sehat Nasional di seluruh Jembrana.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, bersama Dandim 1617/Jembrana dan Kapolres, turut meninjau langsung pelaksanaan perdana program ini. “Hari ini adalah kick-off program makan bergizi gratis dari program Asta Cita Prabowo-Gibran. Jembrana terpilih berdasarkan hasil verifikasi Badan Gizi Nasional. Ini menjadi satu-satunya di Bali,” ujar Tamba, Senin.

banner 728x250

Program ini menggandeng Yayasan Boga Bahagia Jembrana (BBJ) sebagai mitra pelaksana. Satu dapur yang telah beroperasi saat ini mampu menyediakan makanan untuk 3.180 siswa. Namun, dengan total lebih dari 58 ribu siswa di Jembrana, dibutuhkan 21 dapur untuk memenuhi target 100 persen.

“Modal dan SDM harus memadai, begitu juga infrastruktur dan akomodasi. Semoga program ini berjalan lancar dan berkelanjutan,” harap Tamba. Selain SDN 1 Banjar Tengah, program ini juga menyasar 14 sekolah lainnya di Jembrana, termasuk TK dan SMP. “Total ada 15 sekolah yang menjadi sasaran dalam tahap awal ini,” tambah Tamba.

Tamba juga menekankan pentingnya kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Ia meminta mitra pelaksana untuk serius dalam menjalankan tugas mereka. “SDM yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk memastikan program ini berjalan baik,” tegasnya.

Penanggung Jawab BBJ, I Ketut Sutarka, mengatakan semua bahan makanan yang digunakan bersumber dari produk lokal. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberdayakan tenaga kerja lokal. “Kami mengutamakan bahan-bahan lokal untuk meningkatkan perekonomian di sekitar kita,” kata Sutarka.

Proses pengolahan makanan diawasi ketat oleh tiga petugas dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan di Magelang, Jawa Tengah. Sutarka menegaskan, area produksi dapur hanya dapat diakses oleh petugas yang berwenang guna menjaga kebersihan dan kualitas makanan.

BBJ terpilih sebagai pelaksana program Dapur Sehat Nasional di Bali setelah melalui proses seleksi ketat, mulai dari pengajuan hingga verifikasi dan validasi. Menu makanan yang disajikan dirancang oleh BGN untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, dengan variasi menu setiap lima hari.

Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan akses makanan bergizi untuk pelajar, ibu hamil, dan lansia. (Sis)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250