Jembatan Gantung Rp 2,5 M Rampung, Warga dan Siswa Tak Perlu Lagi Lewat Jalur Maut

Ket Foto: jembatan gantung di atas Sungai Yehembang, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

JEMBRANA – Sebuah jembatan gantung di atas Sungai Yehembang, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, kini telah rampung dibangun. Proyek yang menelan biaya hingga Rp 2,5 miliar ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi warga, khususnya para pelajar, agar tidak lagi melintasi Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang padat dan berbahaya.

Jembatan ini dibangun menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung. Kehadirannya disambut baik oleh masyarakat, terutama siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Mendoyo yang selama ini harus menempuh jalan memutar demi mencapai sekolah.

banner 728x250

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan usulan langsung dari warga dan pemerintah desa setempat.

“Selama ini, siswa harus menggunakan jalan nasional untuk berangkat dan pulang sekolah karena tidak ada jembatan yang menghubungkan langsung ke seberang. Siswa harus memutar yang jaraknya lumayan jauh. Ini juga untuk mempersingkat jarak,” ungkap Sudiarta saat dikonfirmasi, Rabu (27/8/2025).

Jembatan yang didesain hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua ini dinilai sudah sangat cukup untuk membantu mobilitas warga.
“Jembatan yang dibangun ini tidak bisa dilalui mobil, hanya motor dan pejalan kaki, tetapi sangat cukup untuk membantu warga dan siswa. Rencananya diresmikan tanggal 1 September 2025,” imbuhnya.

Setelah rampung, akses warga menuju kebun, sekolah, atau aktivitas lainnya diharapkan menjadi lebih efisien.

Sementara itu, Perbekel Desa Yehembang, I Made Semadi, menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan jembatan ini. Ia menekankan pentingnya jembatan tersebut untuk menjamin kenyamanan dan keamanan anak-anak sekolah yang selama ini harus melewati jalan raya yang rawan kecelakaan.

“Kami harapkan warga bersama-sama menjaga jembatan ini agar dapat dimanfaatkan oleh anak cucu nanti,” singkat Semadi.(Sis)

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250