Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) pada upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Provinsi Sulawesi Tenggara, di pelataran Kantor Gubernur Sultra. Sabtu (27 April 2024).
Upacara tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Ir.Hugua, Wakil Ketua I DPRD Prov. Sultra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Prov.Sultra Asrun Lio, perwakilan lembaga baik sipil maupun TNI/Polri, juga hadir bersama para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov Sultra, seluruh Pj. Bupati/ Wali Kota, Sekda Kab/Kota, jajaran perguruan tinggi, oraganisasi masyarakat serta perwakilan siswa/siswi SMA/SMK di Sultra.
Mengawali sambutannya, Pj. Gubernur Sultra mengajak semua peserta upacara untuk mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan para pahlawan kusuma bangsa, Gubernur/Wakil Gubernur, pimpinan dan Anggota DPRD, dan segenap aparatur sipil negara yang telah mendahului dan telah berjasa bagi Provinsi Sultra tercinta.
Pj. Gubernur mengatakan, pada perayaan 60 tahun Prov. Sultra ini membawa ingatan kepada seorang tokoh putra terbaik dari Sulawesi Tenggara yakni Almarhum Bapak H. Jakub Silondae. Beliau yang menjadi salah satu pencetus utama gagasan pembentukan Provinsi Sultra bersama organisasi Pemersatuan Masyarakat Indonesia Sulawesi Tenggara (PERMAIS) berjuang keras untuk berdirinya Provinsi Sultra.
“artinya, Provinsi Sultra tercinta ini didirikan oleh para pejuang kemerdekaan, pejuang yang mempertahankan kemerdekaan, pejuang yang terlibat dalam perjuangan untuk tegaknya kedaulatan NKRI,” ucapnya.
Menurut Pj. Gubernur, dalam moment ini parayaan HUT Sultra ke-60 sebagai ajang mereflesh kembali diri kita semua, kepada para pejuang pendahulu kita, dari awal pembentukan/ berdirinya provinsi ini mendedikasikan bukan hanya dari dirinya saja. Namun semua hal yang mereka miliki, baik materi, maupun jiwa dan raga di korbankan demi daerah Provinsi Sultra ini, karena Sultra bagian dari NKRI. Oleh karena itu, Provinsi Sultra yang dijalankan oleh pemerintahan agar senantiasa terlibat aktif dalam melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Visi dan misi tersebut sebagai konsekuensi dari kembalinya Indonesia pada UUD RI tahun 1945.
Lanjut dikatakan, sejarah baginya bukan hanya menyimpan catatan belaka. Arsip sejarah merupakan kumpulan spirit perjuangan. Semangat perjuangan yang disertai pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu, khususnya para pahlawan pendiri Provinsi Sultra.
“saya menyampaikan catatan sejarah tersebut untuk mengingatkan kita semua, bahwa kita yang mengemban tugas negara untuk menjalankan roda pemerintahan di Sultra, sesungguhnya kita hanya tinggal bekerja saja dengan sungguh-sungguh,” lanjutnya.
Andap juga menggugah dirinya, semenjak dilantik sebagai Pj. Gubernur Sultra, Ia berupaya mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Pj. Gubernur. Hal ini Ia menyadari bahwa tugas yang diemban sebagai Pj. Gubernur di Sultra tidak dapat dikerjakan sendiri. Hal ini berkat dari kerja keras dan kerjasama seluruh pekerja birokrasi.
“saya menyadari sepenuhnya bahwa saya tidak mungkin bekerja dengan sendiri. jujur harus saya sampaikan, tantangan terbesar justru adalah etos kerja birokrasi. jika saya nilai secara pribadi, semua catatan mengenai sultra terjadi bukan karena hasil dari kebijakan yang saya putuskan. Namun, sebagai abdi negara dan pelayan publik, saya tidak ingin menyerah dan lepas tangan terhadap semua tantangan tersebut, ” Ujarnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Pj. Gubernur pada perayaan HUT Sultra ke-60 ini menaruh harapan pada semua pelayanan publik untuk berani melakukan kritikan diri untuk lebih mampu membangun kesadaran diri atas amanat yang diberikan Allah SWT untuk menjadi pelayan publik yang baik sebagai abdi negara.
Andap juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat, apabila dalam pelayanan publik di Sultra masih terdapat kekurangan dan keterbatasan.
“Kedepan kami berkomitmen terus berbenah diri dan memperbaiki kekurangan selama memimpin Sultra, ” Kata Pj. Gubernur.
Kemudian pada kesempatan ini, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya oleh Pj. Gubernur Sutra atas nama Presiden RI kepada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemprov Sultra. Penyerahan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya tersebut dilakukan Pj. Gubernur Andap Budhi Revianto, se usai upacara peringatan HUT Sultra ke-60.
Penerima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada ASN yang telah bekerja penuh kesetiaan pada pancasila dan Undangan-Undang Dasar RI, negara dan pemerintah.serta penuh pengabdian, kecakapan terus menerus paling singkat 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tahun, atau 30 (tiga puluhan) tahun.
Jadi pemberian pengajaran ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/ TK/ Tahun 2023, Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya.







