BANYUWANGI – Hasil otopsi terhadap jasad Komang Kusuma Jaya alias Bentar (37) mengungkap bahwa korban tewas akibat pendarahan di otak yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul di kepala.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, menyampaikan temuan tersebut setelah otopsi dilakukan di RSU Blambangan, Kamis (13/3) malam. Selain luka di kepala, otopsi juga menemukan adanya air dan lumpur dalam paru-paru korban, mengindikasikan bahwa korban tenggelam di sungai setelah mengalami kekerasan.
“Kami menduga, saat korban duduk memancing di pinggir sungai, ia dipukul di kepala dengan benda tumpul, lalu didorong ke sungai oleh pelaku,” ujar Kompol Andrew Vega.
Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut dan telah mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban, yang sebelumnya telah digadaikan. Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak yang memegang kendaraan tersebut.
“Kami sedang mendalami keterangan saksi dan meminta doa agar kasus ini segera terungkap,” tambahnya.
Bentar, warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, ditemukan tewas di sungai wilayah hukum Polsek Wongsorejo pada Senin, 10 Maret 2025.
Sebelumnya, pada Minggu, 9 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WITA, korban diketahui pergi ke Banyuwangi bersama rekannya, Putu Saputra Adinata alias Gading, untuk menebus sepeda motor yang telah digadaikan oleh Gading.
Namun, sehari kemudian, Senin, 11 Maret 2025, pukul 06.00 WITA, Gading kembali dari Banyuwangi seorang diri dan menemui ibu korban untuk memberi kabar bahwa Bentar menginap di sebuah kafe di Desa Delodberawah. Kenyataannya, Bentar justru ditemukan tewas di Wongsorejo.
Saat ini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik kematian tragis Bentar.(Sis)







