MAGETAN — Perpustakaan di Kabupaten Magetan didorong tidak lagi dipandang sebatas tempat menyimpan dan membaca buku. Perpustakaan diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang mampu menghadirkan pembelajaran, kreativitas, kebudayaan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Magetan yang dibacakan Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro saat membuka Festival Literasi dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026 di Graha Pusat Literasi Kabupaten Magetan, Kamis (10/9/2026).
Festival Literasi berlangsung selama tiga hari, 10–12 September 2026. Kegiatan tersebut dikemas dengan berbagai agenda literasi sekaligus layanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sejumlah layanan publik turut dihadirkan dalam festival, antara lain pelayanan Samsat Magetan, administrasi kependudukan, layanan pertanahan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah.
Kehadiran berbagai layanan tersebut menunjukkan bahwa ruang literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan dan informasi.
Pembukaan festival juga berlangsung semarak dengan perpaduan kegiatan literasi dan kebudayaan. Pengunjung disuguhi pertunjukan tari, pembacaan dongeng, hingga pagelaran wayang dengan lakon Srikandi Kridho yang dibawakan oleh dalang perempuan.
Literasi Butuh Sinergi
Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI Edi Wiyono, S.Sos., M.Tr.AP., memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mengembangkan budaya literasi melalui Festival Literasi.
Menurut Edi, penguatan budaya literasi tidak dapat dibebankan hanya kepada pengelola perpustakaan. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Keberhasilan membangun literasi di Kabupaten Magetan tidak bisa hanya dilakukan oleh Graha Literasi Magetan saja, namun adanya sinergi untuk membangun literasi di Kabupaten Magetan,” ujar Edi.
Ia menilai kolaborasi tersebut penting agar gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca buku, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mampu meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan kualitas sumber daya manusia.
Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Magetan diharapkan semakin memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan buku, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan, kreativitas, kebudayaan, serta berbagai layanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (%)







