PUJAWALI PURA LUHUR DANGKAHYANGAN RAMBUTSIWI BULAN SEPTEMBER 2026 DIGELAR LIMA HARI

Keterangan Foto : PUJAWALI PURA LUHUR DANGKAHYANGAN RAMBUTSIWI BULAN SEPTEMBER 2026 DIGELAR LIMA HARI

Jembrana – Berbagai persiapan dilakukan pihak Pangempon dan para Pemangku menjelang pelaksanaan persembahyangan bersama atau Pujawali di Pura Luhur Dangkahyangan Rambutsiwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Jro Kadek Suentra selaku Ketua Panitia Pujawali disampingi Seksi Sulinggih, Jro Nyoman Sumerta, seizin Ketua Pengempon Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, Ida Bagus Ketut Gunarta, menjelaskan bahwa Pujawali di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi dilaksanakan setiap enam bulan sekali dan berlangsung selama lima hari.

banner 728x250

Menurutnya, pelaksanaan Pujawali kali ini dimulai pada Rabu Umanis wuku Perangbakat, (16/9/2026), hingga Minggu Kliwon wuku Perangbakat, (20/9/2026).

Rangkaian dudonan Pujawali diawali dengan Matur Piuning sebagai bentuk permakluman secara niskala. Selanjutnya dilaksanakan Nunas Tirtha di sejumlah Pura Kahyangan Jagat yang ada di Bali, termasuk Nunas Tirtha di Segara Rambutsiwi.

Pada rangkaian tersebut juga dilaksanakan ritual Pecaruan Pamehayu Segara, dengan ngaturang Pakelem berupa ayam dan bebek berwarna hitam sebagai persembahan suci kepada Dewa Baruna, yang merupakan manifestasi Dewa Wisnu sebagai penguasa samudera.

Prosesi tersebut dipimpin Jro Mangku Waniya selaku Pemangku Pura Tirtha lan Segara Dangkahyangan Rambutsiwi.

Setelah seluruh Tirtha dari sejumlah Pura Kahyangan Jagat terkumpul, selanjutnya Tirtha tersebut disemayamkan di Pura Taman Beji Dangkahyangan Rambutsiwi untuk digunakan dalam rangkaian upacara berikutnya.

Sementara pada Anggara Kasih Perangbakat, Selasa (15/9/2026), atau sehari menjelang pembukaan Pujawali, setelah dilaksanakan upacara Mecaru, rangkaian dilanjutkan dengan Ngebeji.

Ngebeji merupakan prosesi penyucian Ida Bhatara Sesuhunan sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang distanakan di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi.

Selanjutnya, pada Rabu Umanis wuku Perangbakat, (16/9/2026), dilaksanakan ritual puncak Pujawali yang akan dipimpin oleh sejumlah Sulinggih atau pendeta.

Setelah ritual puncak tersebut, selama lima hari umat Hindu akan melaksanakan persembahyangan bersama. Prosesi persembahyangan dipimpin para Pemangku dari masing-masing Perahyangan yang berada di kawasan Pura Dangkahyangan Rambutsiwi.

Di kawasan Pura Dangkahyangan Rambutsiwi terdapat sembilan Perahyangan. Persembahyangan diawali dari Pura Pesanggrahan yang berada di sebelah selatan, di pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, wilayah Desa Yehembang Kangin.

Selanjutnya persembahyangan dilaksanakan di Pura Taman Beji, Pura Penataran, Pura Goa Dasar, Pura Tirtha lan Segara, Pura Melanting, Pura Pasimpangan Gading Wani, Pura Pasimpangan Dalem Ped, dan terakhir di Pura Luhur Dangkahyangan Rambutsiwi.

Pura Luhur Dangkahyangan Rambutsiwi merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat. Karena itu, umat yang datang untuk melaksanakan persembahyangan tidak hanya berasal dari wilayah Bali, tetapi juga umat Hindu dari berbagai daerah.

Meski demikian, Suentra menjelaskan, pelaksanaan Pujawali tetap dilaksanakan secara sederhana dalam tingkatan Madya dengan menggunakan upakara Banten Pulagembal.

“Pelaksanaan Pujawali tetap dilaksanakan secara sederhana di tingkat Madya dengan upakara Banten Pulagembal. Kecuali apabila Pujawali bertepatan dengan hari Purnama, barulah dilaksanakan dalam tingkat Utama,” jelasnya.

Rangkaian Pujawali kemudian akan ditutup dengan upacara Panyineban pada Minggu Kliwon wuku Perangbakat, (20/9/2026).

Sebagai bagian akhir dari rangkaian tersebut, akan digelar pementasan Tari Topeng Sidakarya dan makencang-kencung Pependetan hingga tepat pukul 00.00 Wita.

Jro Kadek Suentra menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Pujawali dilaksanakan berdasarkan dudonan dan tradisi yang telah berjalan di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi.

“Pujawali ini merupakan rangkaian persembahyangan yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Seluruh rangkaian mulai dari Matur Piuning, Nunas Tirtha, Pecaruan Pamehayu Segara, Ngebeji, hingga Puncak Pujawali dan Panyineban dilaksanakan sesuai dudonan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa umat Hindu dari berbagai daerah dipersilakan hadir untuk melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Dangkahyangan Rambutsiwi selama rangkaian Pujawali berlangsung.

“Harapan kami, seluruh rangkaian Pujawali dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan dresta serta tradisi yang ada. Semoga pelaksanaan persembahyangan bersama ini dapat memberikan ketenangan dan kerahayuan bagi seluruh umat,” pungkasnya. (%)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250