Jembrana – Upaya peningkatan pelayanan air bersih di Kabupaten Jembrana menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana saat melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, bersama anggota dewan lainnya.
Dalam kunjungan itu, Komisi II meninjau perkembangan perusahaan daerah air minum, mulai dari kondisi keuangan, kualitas pelayanan pelanggan, hingga rencana pengembangan jaringan distribusi air bersih di wilayah Jembrana Barat.
Pihak manajemen PDAM menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang berupaya memperkuat kinerja operasional melalui peningkatan pendapatan dan perluasan cakupan layanan. Salah satu fokus utama diarahkan pada pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Melaya dan Pekutatan yang dinilai masih membutuhkan tambahan suplai air bersih bagi masyarakat.
Selain pengembangan jaringan baru, PDAM juga menghadapi tantangan tingginya biaya operasional, terutama penggunaan listrik untuk mendukung sistem distribusi air. Kondisi jaringan pipa lama yang masih banyak mengalami kerusakan disebut menjadi penyebab tingginya kebocoran air dan kehilangan distribusi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, meminta perusahaan daerah tersebut melakukan langkah pembenahan secara menyeluruh agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Perlu ada langkah nyata untuk menekan kebocoran jaringan dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Dengan pelayanan yang semakin baik, tentu kepercayaan masyarakat juga akan meningkat,” tegasnya.
Komisi II juga menyoroti pentingnya modernisasi sistem pelayanan, termasuk penerapan digitalisasi dalam proses pembayaran dan pelayanan pelanggan. Menurut DPRD, sistem digital dapat membantu mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan.
Tak hanya itu, DPRD turut menekankan perlunya pengawasan terhadap sambungan air yang masih aktif pada fasilitas yang sudah tidak digunakan, seperti sekolah yang telah tutup atau regrouping, karena berpotensi menyebabkan pemborosan air dan kerugian perusahaan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula kesiapan PDAM mendukung kebutuhan air bersih bagi kawasan proyek strategis nasional yang berkembang di Kabupaten Jembrana. DPRD menilai penguatan infrastruktur air bersih menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah ke depan.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPRD Jembrana berharap PDAM Amertha Jati mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pendapatan daerah melalui pengelolaan perusahaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. (%)







