Dinsos Ngawi Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Rumah Terapi Disabilitas Diserbu Warga

Keterangan Foto : Dinsos Ngawi Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Rumah Terapi Disabilitas Diserbu Warga

NGAWI — Tingginya jumlah masyarakat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Ngawi membuat pemerintah setempat memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan pemerintah mendukung penuh program prioritas pemerintah pusat.

banner 728x250

Khususnya yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan dan perlindungan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, sejumlah program nasional seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, bantuan lanjut usia, hingga beasiswa pendidikan masih menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat.

“Semua program pusat yang berkaitan dengan perlindungan sosial tetap kami dukung dan kami jalankan. Data tunggal sosial ekonomi menjadi dasar agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Bonadi, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas dalam penanganan sosial. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan maksimal melalui sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

“Jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan cukup besar. Karena itu, kemampuan keuangan daerah terus dimaksimalkan. Jika masih ada kebutuhan yang belum tercover, akan kami koordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun pusat,” katanya.

Tak hanya fokus pada bantuan sosial reguler, Dinsos Ngawi juga mengembangkan sejumlah inovasi layanan sosial. Salah satu yang kini menjadi perhatian masyarakat ialah keberadaan Rumah Terapi Disabilitas.

Fasilitas tersebut dibangun untuk memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi penyandang disabilitas. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah warga yang memanfaatkan layanan itu disebut terus meningkat.

Antusiasme masyarakat bahkan terlihat dari antrean terapi yang kian ramai setiap harinya. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan terapi bagi penyandang disabilitas.

Bonadi menuturkan, penanganan terapi bagi penyandang disabilitas membutuhkan proses yang lebih panjang dibanding terapi umum. Karena itu, layanan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar hasil terapi lebih optimal.

“Terapi untuk penyandang disabilitas membutuhkan kesabaran dan pendampingan berulang. Namun kami bersyukur masyarakat memberikan respons positif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tandasnya. (%)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250