JEMBRANA – Kawasan pesisir Rambut Siwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, kini dalam kondisi memprihatinkan. Abrasi yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir kian mengganas hingga mengancam keberadaan bangunan suci di sana.
Pantauan di lokasi, gempuran ombak besar terutama saat fenomena hari Purnama dan Tilem telah menghancurkan daratan di kawasan tersebut. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penanganan permanen dari pihak terkait.
Titik abrasi terparah dilaporkan berada tepat di bawah Pura Dang Khayangan Rambut Siwi. Tembok penyengker dan Kori Pura Tirta kini telah hancur tersapu ombak pantai. Tak hanya itu, bangunan Bale Pesandegan di dalam pura juga sudah jebol dan posisinya nyaris ambruk.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi para pemedek yang datang untuk bersembahyang. Jika dibiarkan lebih lama, dipastikan seluruh bangunan pura akan rata dengan tanah.
“Abrasi sudah sangat parah, banyak bagian dari Pura Tirta sudah hancur. Ini terjadi sejak lama, harus segera mendapat penanganan biar tidak tambah parah,” kata Juru Sapuh Pura Tirta, I Gede Widiana, Kamis (7/5).
Mangku Widi menegaskan, jika tidak ada tindakan konkret dalam waktu dekat, keberadaan Pura Tirta benar-benar terancam musnah. Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap ancaman yang kian nyata ini.
“Saya dengar sih pemerintah kabupaten sudah mengusulkan penanganan abrasi ke pemerintah pusat. Mudah-mudahanlah segera bisa terealisasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, daratan di pesisir tersebut terus terkikis setiap kali air laut pasang, memperpendek jarak antara bibir pantai dengan sisa-sisa bangunan pura yang masih berdiri.







