JEMBRANA – Warga di sekitar Pelabuhan Gilimanuk kembali digegerkan dengan penemuan jenazah di perairan Selat Bali, Minggu (1/2). Ini merupakan penemuan mayat kedua yang dilaporkan di kawasan tersebut dalam waktu berdekatan.
Informasi yang dihimpun, jenazah tersebut pertama kali dilihat oleh seorang nelayan bernama Edi, warga Banjar Penginuman, Gilimanuk. Saat itu, saksi sedang melaut dan melihat sesosok jasad mengapung di sisi utara Pelabuhan LCM Gilimanuk.
“Posal Gilimanuk menerima laporan penemuan jenazah kedua sekitar pukul 14.25 WITA. Lokasinya berada kurang lebih 300 meter dari pelabuhan, atau sekitar 20 meter dari lampu suar (buoy) merah-kuning,” ungkap Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, Minggu, (1/2).
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Posal Gilimanuk langsung melakukan koordinasi cepat dengan instansi terkait, termasuk Satpolair Polres Banyuwangi dan Ditpolair Polda Bali untuk proses evakuasi.
Selama proses persiapan evakuasi, petugas terus memantau posisi jenazah melalui jalur darat. Petugas juga tetap menjalin komunikasi dengan saksi pelapor agar posisi jasad tidak hilang terbawa arus kuat Selat Bali.
Upaya evakuasi berlangsung dramatis. Setelah berjibaku dengan kondisi perairan, jasad tersebut akhirnya berhasil diangkat dari laut.
“Pukul 16.00 WITA, korban berhasil dievakuasi ke Dermaga MB 3 oleh tim gabungan Ditpolair Polda Bali dan Posal Gilimanuk,” tambahnya.(Sis)







