DENPASAR, nirmedia.co – Politisi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih atau yang lebih dikenal dengan Demer, menyoroti ketimpangan pertumbuhan turis di Bali yang memicu inflasi parah di wilayah Bali Selatan dibandingkan dengan daerah lain.
“Wilayah Selatan terlalu banyak pertumbuhan turisnya, sehingga terjadi inflasi, bisa dilihat perbedaannya antara wilayah selatan dan tempat lainnya di Bali sangat jauh ini bisa mengakibatkan terjadinya infalsi,” ujarnya, kepada wartawan, Sabtu (1/6/2024).
Demer mengkhawatirkan ketimpangan ini akan merugikan semua wilayah di Bali jika tidak segera diatasi.
“Akan menyebabkan kerugian dalam jangka panjang, karena ketimpangan ini membawa dampak yang buruk untuk perkembangan pariwisata di Bali yang akan dirasakan oleh semuanya,” sambungnya.
Ia mencontohkan inflasi yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Bali.
“Contoh di Bali selatan kita beli makanan Rp25000 sedangkan di wilayah lainnya masih di angka Rp15000, ini diakibatkan oleh pertumbuhan di wilayah selatan sangat tinggi, sedangkan di wilayah utara masih rendah pertumbuhannya,” tegasnya.
Demer mendesak pemerintah untuk mencari solusi untuk mengatasi ketimpangan pertumbuhan turis ini.
“Saya rasa pemerintah harus mulai memikirkan cara agar ketimpangan ini bisa diatasi agar inflasi ini bisa ditekan,” pungkasnya.
Permasalahan ketimpangan pertumbuhan turis ini menjadi isu penting yang perlu dibahas dan dicarikan solusi oleh pemerintah Bali.
Ketimpangan ini dapat berdampak pada inflasi, pembangunan ekonomi yang tidak merata, dan tentunya merugikan masyarakat Bali di luar wilayah selatan.(Df/nir).







