Jembrana – Anjungan Cerdas Konservasi (ACK) yang terletak di Wilayah Hutan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, terbengkalai dan mengalami kerusakan.
Beberapa panel listrik dan jendela hilang dicuri. Bangunan senilai Rp 4,8 miliar yang dibangun sejak 2018 ini mangkrak setelah habis masa kontrak dengan pemilik kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) pada November 2021.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana berencana kembali mengelola ACK Gilimanuk. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengatakan pihaknya masih menunggu persetujuan dari TNBB.
“Prosesnya masih dalam penilaian dan evaluasi dari pihak taman nasional,” kata Sudiarta, saat di konfirmasi nirmedia.co Sabtu (10/2/2024).
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dijadwalkan bertemu dengan pihak TNBB di Jakarta pada 20 Februari 2024 untuk membahas pemanfaatan ACK Gilimanuk.
“Kerusakan yang ada di ACK Gilimanuk akan diperbaiki oleh Pemkab Jembrana,” ujar Sudiarta.
ACK Gilimanuk dibangun dengan kerjasama antara Pemkab Jembrana dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pembangunannya dilakukan dalam dua tahap, pada 2018 dan 2019, dengan total anggaran Rp 4,8 miliar.
ACK Gilimanuk memiliki sejumlah fasilitas, seperti ruang pameran, ruang edukasi, dan perpustakaan. Anjungan ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan edukasi tentang konservasi alam di Bali Barat.
Namun, setelah pengelolaannya dilimpahkan ke TNBB, ACK Gilimanuk tidak terawat dan menjadi sasaran pencurian. Pemkab Jembrana berharap dapat kembali mengelola ACK Gilimanuk agar anjungan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.







