JEMBRANA, nirmedia.co – Seorang pria bernama I Ketut Bagiada (67), seorang pensiunan guru, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Subak Jagaraga, Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Rabu (21/8) sekitar pukul 21.15 WITA. Peristiwa ini dilaporkan oleh keluarga korban setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, S.Sos., M.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa korban ditemukan oleh sepupunya, I Ketut Gede Wiasa, dalam posisi tengkurap di tengah sawah dengan kepala menghadap ke utara. Ditemukan pula sebilah sabit di dekat tubuh korban, yang digunakan korban untuk membersihkan rumput sebelum kejadian.
Menurut Kapolsek Mendoyo, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas akut yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. “Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam air di sawah, mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna biru dan celana panjang hitam,” jelas Kapolsek. Ia menambahkan bahwa tubuh korban belum mengalami kaku mayat pada saat ditemukan.
Istri korban, Ni Nyoman Karmini, yang pertama kali melaporkan hilangnya korban, menyatakan bahwa suaminya pergi ke sawah pada pukul 15.00 WITA untuk bekerja membersihkan rumput. Namun, hingga pukul 19.00 WITA, korban tidak kunjung pulang sehingga keluarga merasa cemas dan melakukan pencarian. Pencarian dilakukan di sepanjang pantai Tembles dan area persawahan tempat korban biasa bekerja, hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis Puskesmas I Mendoyo, yang dipimpin oleh dokter Dicky Arimbawa, dan tim identifikasi Polres Jembrana, menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat kondisi kesehatannya yang sudah lama diderita. “Keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian almarhum dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah,” ungkap Kompol I Dewa Gede Artana.
Pihak kepolisian Mendoyo telah mengambil sejumlah tindakan termasuk mendatangi TKP, mengevakuasi korban, meminta keterangan saksi-saksi, dan melaporkan kejadian ini kepada pimpinan. Kompol I Dewa Gede Artana juga menegaskan bahwa seluruh proses telah dikoordinasikan dengan Puskesmas I Mendoyo dan tim identifikasi Polres Jembrana.(sis/nir).







