TABANAN – Upaya pencarian Made Dibya (84), pendaki lansia yang hilang di Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, berakhir duka. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban dari jurang sedalam 90 meter pada Minggu (10/5).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa titik terang keberadaan korban mulai muncul pada Sabtu (9/5) sore sekitar pukul 16.20 WITA. Jenazah ditemukan di area jurang pada ketinggian sekitar 1.700 Mdpl.
“Muncul kecurigaan bahwa jenazah tersebut merupakan Made Dibya yang sebelumnya dilaporkan terpisah dan tersesat saat mendaki,” ujar Sidakarya dalam keterangannya, Minggu (10/5).
Sebelumnya, Basarnas Bali sempat menghentikan operasi pencarian Made Dibya pada Sabtu (2/5) lalu. Sesuai prosedur, pencarian ditutup setelah memasuki hari ke-7 tanpa adanya tanda-tanda keberadaan korban.
Namun, dengan ditemukannya titik koordinat yang diduga posisi korban, operasi SAR pun kembali dibuka. Basarnas Bali langsung berkoordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali dan pemandu lokal untuk melakukan kroscek lapangan.
Lantaran medan yang ekstrem dan kondisi sudah gelap, tim baru memulai proses evakuasi pada Minggu pagi pukul 08.00 WITA dari ketinggian 1.197 Mdpl. Tim SAR harus berjuang menembus jalur pendakian yang licin dan berkabut.
Sekitar pukul 10.20 WITA, tim berhasil menjangkau posisi korban di koordinat $8^{\circ}20’46.67”S – 115^{\circ}5’6.32”E$ dengan ketinggian 1.808 Mdpl. Jenazah berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 90 meter.
“Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Medannya licin, bebatuan labil, ditambah cuaca lembap dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang,” jelasnya.
Kondisi jenazah yang sudah mengalami pembengkakan dan pembusukan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.
Jenazah berhasil diangkat dari dasar jurang pada pukul 11.45 WITA. Petugas kemudian membawa korban dengan cara ditandu secara estafet menuruni gunung menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih.
“Seluruh proses evakuasi selesai pada pukul 13.40 WITA. Korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue,” pungkas Sidakarya.
Operasi besar ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Polres Tabanan, BPBD, PMI, hingga komunitas pendaki gunung dan masyarakat setempat.







