Madiun – Terobosan baru kembali digulirkan Pemerintah Kabupaten Madiun. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) resmi meluncurkan aplikasi SARAPAN PECEL (Sistem Administrasi Kependudukan Pelayanan Cepat dan Langsung), Senin (27/4/2026), di Pendopo Muda Graha.
Inovasi digital itu digadang-gadang menjadi jawaban atas persoalan klasik layanan administrasi kependudukan. Mulai antrean panjang, warga harus izin kerja, hingga praktik percaloan. Kini, pengurusan 15 jenis layanan adminduk bisa selesai hanya dalam waktu sekitar lima menit melalui telepon genggam.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mengatakan, aplikasi tersebut dirancang agar masyarakat mendapat layanan cepat, mudah, dan gratis tanpa harus datang ke kantor.
“Warga cukup klik aplikasi, unggah berkas, verifikasi wajah melalui face recognition, lalu dokumen digital bertanda tangan elektronik langsung terbit. Bisa diakses 24 jam dan tanpa tatap muka,” ujarnya.
Menurut dia, SARAPAN PECEL bukan sekadar aplikasi biasa. Seluruh layanan dari pembuatan KTP-el, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga pindah datang penduduk terintegrasi dalam satu platform.
Selain itu, sistem keamanan juga diperkuat dengan teknologi liveness detection guna mencegah penyalahgunaan identitas dan joki data. Setelah dokumen digital selesai, warga yang membutuhkan cetakan fisik cukup mendatangi kecamatan terdekat.
“Tidak perlu lagi ke kantor kabupaten. Semuanya dibuat ringkas dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Sigit menambahkan, nama SARAPAN PECEL dipilih karena identik dengan kuliner khas Madiun yang mudah diingat masyarakat. Filosofinya sederhana: mengurus adminduk harus secepat orang sarapan dan memberi kepuasan pelayanan layaknya menikmati seporsi pecel.
Untuk warga yang belum akrab dengan teknologi, Disdukcapil juga menyiapkan pendampingan khusus. Sebanyak 198 operator desa dan kelurahan disiapkan menjadi “Duta Pecel” yang membantu masyarakat saat mengalami kesulitan mengakses aplikasi.
“Ada tutorial video berbahasa Jawa, ada pendamping di desa, dan layanan tatap muka tetap dibuka. Jadi ini pilihan, bukan paksaan,” katanya.
Tahun ini, Disdukcapil menargetkan 70 persen layanan adminduk beralih ke aplikasi tersebut. Tujuannya mewujudkan Zero Antrean di kantor pelayanan. Pada 2027 mendatang, sistem itu juga dirancang terhubung dengan layanan lain seperti BPJS, perbankan, dan perpajakan.
“Sekali update KK, datanya bisa otomatis menyesuaikan di layanan lain. Kami ingin Madiun menjadi kabupaten tanpa fotokopi,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut peluncuran SARAPAN PECEL sebagai bukti nyata komitmen daerah menghadirkan pelayanan publik modern berbasis teknologi.
Menurutnya, inovasi tersebut melengkapi program sebelumnya seperti IKD dan Senopati sehingga masyarakat makin mudah mengakses layanan kependudukan secara cepat, dekat, dan efisien.
“Pemkab berkomitmen menghadirkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Tidak perlu jauh-jauh ke pusat pemerintahan,” ujarnya.
Peluncuran aplikasi ini turut dihadiri perwakilan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Direktur Pengelolaan Informasi Adminduk, jajaran OPD, para camat, hingga kepala desa se-Kabupaten Madiun. Dengan inovasi ini, slogan Madiun Bersahaja diharapkan makin terasa: sederhana prosesnya, sejahtera hasilnya, dan membahagiakan warganya. (%)







