Jembrana – Proyek revitalisasi Pasar Umum Negara senilai Rp 100 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT. Adhi Persada Gedung (APG) ini, menuai keluhan dari sejumlah warga penyanding.
Warga mengeluhkan getaran dan retak pada lantai rumah mereka akibat penggunaan alat berat, serta debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Rumah saya bergetar dan lantai retak-retak saat alat berat digunakan. Debu juga sangat mengganggu,” ungkap Untung, salah seorang warga penyanding ditemui, Rabu (6/3/2024).
Warga juga mengeluhkan kurangnya sosialisasi dan kompensasi dari pihak pelaksana proyek.
“Sosialisasi hanya dilakukan sekali di awal proyek. Kami juga tidak menerima kompensasi atas dampak yang kami alami,” imbuh Untung.

Selain itu, warga juga mempertanyakan perubahan desain proyek yang dianggap merugikan.
“Awalnya tidak ada gambar pagar tembok keliling, tapi sekarang ada. Pagar tembok ini membatasi akses pintu masuk dan sangat merugikan kami,” kata seorang warga penyanding lainnya.
Warga berharap pihak pelaksana proyek kembali melakukan sosialisasi dan memberikan kompensasi atas dampak yang ditimbulkan.
Sementara itu Kadis PUPR Pemkab Jembrana Wayan Sudiarta dikonfirmasi melalui telpon menjelaskan dari perencanaan awal hingga pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Umum Negara tidak ada perubahan gambar.
Gambar yang ada menurutnya memang terdapat pembangunan pagar tembok keliling. Pagar tembok pasar itu memang diperlukan untuk keamanan dan kenyamanan lingkungan pasar. Hal ini menurutnya sudah disosialisasikan dari awal,”papar Sudiarta.







