Pemberdayaan Kader Dan Edukasi Ibu Balita Dalam Upaya Pencegahan Stunting 

Ket foto: Pemberdayaan Kader Dan Edukasi Ibu Balita Dalam Upaya Pencegahan Stunting .

NTT, nirmedia.co – Stunting merupakan suatu keadaan dimana anak mengalami masalah kekurangan gizi kronis yang menyebabkan kegagalan pertumbuhan pada balita dibawah usia lima tahun sehingga mengakibatkan anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.

Sehingga kekurangan gizi ini dapat terjadi pada saat bayi masih dalam kandungan ibunya dan pada masa awal setelah anak dilahirkan, namun keterlambatan perkembangan baru nampak pada saat anak berusia 2 tahun.

banner 728x250

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bone adalah salah satu daerah di Kecamatan Nekamese di Kabupaten Kupang ini berada di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah ini memiliki Luas wilayah 122.44 km2 dan jumlah penduduk 9.434 jiwa membuat desa ini termasuk dalam kelompok penduduk yang padat.

 

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini untuk mendukung upaya pelaksanaan daerah sehat bebas stunting serta membantu pemerintah dalam menangani berbagai penyakit penyebab stunting. Solusi yang dicapai adalah meningkatkan pengetahuan tentang stunting di lingkungan masyarakat terutama kader dan pencegahannya dengan memberikan sosialisasi dan peningkatan pengetahun Kader dan Edukasi Kepada Ibu Balita Tentang Profil Hematologis Darah Penderita Stunting Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Kabupaten Kupang Tahun 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh kader dan ibu balita stunting.

Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Oleh karena itu, periode 1000 hari pertama kehidupan (HPK) harus mendapat perhatian khusus karena menentukan tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan. Kekurangan gizi dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi kondisi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia, meskipun pada tahun 2021 jumlah penderita berkurang menjadi 24,4% dari 27,7% tahun 2019.

Desa Bone adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang dengan luas wilayah 2.670 hektar. Desa Bone disebelah Utara berbatasan dengan Desa Taloetan dan Kelurahan Oenesu, sebelah timur berbatasan dengan Desa Usapi, sebelah selatan berbatsan dengan pantai Selatan dan Desa Tasikona dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sumlili. Mayoritas pekerjaan masyarakat di Desa Bone adalah petani dengan jumlah sebanyak 738 orang. Jumlah penduduk keseluruhan di Desa Bone sebanyak 1226 jiwa dimana Desa Bone sudah bagi menjadi 4 dusun yaitu dusun Pasneno sebagai dusun 1, dusun Kuahelo sebagai dusun 2, dusun Banbiu sebagai dusun 3, dan dusun Oebali Sebagai dusun 4.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Pustu Desa Bone, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diikuti oleh 4 orang kader dan 35 orang ibu balita stunting. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat tersebut setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium profil hematologi penderita stunting yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang dan perempuan sebanyak 18 orang dengan usia 1 tahun sebanyak 4 orang, usia 2 tahun sebanyak 10 orang, usia 3 tahun sebanyak 8 orang, usia 4 tahun sebanyak 9 orang dan usia 5 tahun sebanyak 4 orang. Hasil pemeriksaan profil hematologi pada anak penderita stunting menunjukan Hemoglobin dan Hematokrit cenderung menurun sedangkan Eritrosit, Leukosit dan Trombosit masih berada dalam batas normal. Selain pemeriksaan profil hematologi, dilanjutkan sosialisasi tentang hasil pemeriksaan laboratorium kepada kader dan ibu balita penderita stunting di pustu desa bone kecamatan nekamese kabupaten kupang kemudian dilanjutkan dengan pembagian makanan pencegah stunting agar masyarakat memahami pentingnya mengkonsumsi makanan sehat untuk mencegah stunting sejak ibu hamil.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250