Magetan – Harapan besar Kabupaten Magetan untuk memiliki pintu keluar (exit) tol sebagai bagian dari percepatan pembangunan dan konektivitas wilayah akhirnya mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Dalam kunjungan kerjanya ke Magetan yang berlangsung di Pendopo Surya Graha pada Senin (25/8/2025), Emil mengungkapkan bahwa realisasi Exit Tol untuk Magetan masih berada dalam tahap ketidakpastian. Meskipun masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019, pelaksanaan proyek ini masih terkendala sejumlah prioritas pembangunan lainnya.
“Semua ini sedang kita lihat karena kita juga sedang memerhatikan beberapa prioritas lain di Magetan, misalnya jalan kembar tadi, kemudian jalan arah Sarangan. Ibu bupati juga fokus pada jalan kabupaten untuk dijaga. Tetapi sekali lagi kita harus berikhtiar agar kemungkinan Magetan memperoleh exit tol ini bisa terwujud,” jelas Emil kepada awak media.
Menurutnya, proyek pembangunan Exit Tol termasuk dalam lingkup yang diatur dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), yang berarti perlu analisis mendalam dari sisi finansial dan potensi lalu lintas yang akan terbentuk.
“Tentunya kami mendukung harapan dari Ibu Bupati. Kita tentunya berharap juga bahwa akan ada solusi, karena ini tentu akan membutuhkan analisis kelayakan finansial. Biaya untuk membangun exit tol tadi harus bisa dikaitkan dengan potensi traffic tambahan yang akan muncul saat dibukanya gerbang tol tersebut. Ini menjadi lingkup dari badan usaha jalan tol,” imbuh mantan Bupati Trenggalek ini.
Meski demikian, Emil tidak menutup kemungkinan adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke depan, jika proyek ini dinilai strategis dan layak untuk direalisasikan.
“Bahwa memang kita fokus pada jalan publik, jalan provinsi. Tapi apakah ke depan ada potensi? Kita tidak menutup kemungkinan. Tapi per hari ini fokusnya masih akses itu,” pungkas Emil.
Keinginan Magetan untuk memiliki exit tol bukan hanya demi meningkatkan konektivitas wilayah, namun juga membuka potensi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah berjuluk “Magetan Kota Kaki Gunung Lawu” ini. Harapan masyarakat kini tertuju pada sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat, demi terwujudnya proyek yang telah lama diimpikan. (!)







