Madiun – Transformasi layanan publik berbasis digital kian terasa di Kota Madiun. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat mencatatkan capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tertinggi di Jawa Timur, menandai percepatan adaptasi masyarakat terhadap layanan administrasi modern.
Kepala Dispendukcapil Kota Madiun, Agus Triono, menyampaikan bahwa pihaknya terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat segera mengaktifkan IKD di perangkat masing-masing.
“Dengan IKD, dokumen kependudukan bisa diakses langsung melalui handphone. Ini memudahkan dan mempercepat pelayanan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Hingga saat ini, tingkat aktivasi IKD di Kota Madiun telah mencapai 36,18 persen. Angka tersebut menempatkan Madiun sebagai daerah dengan capaian tertinggi di Jawa Timur, bahkan masuk enam besar secara nasional.
Meski demikian, Dispendukcapil tidak berpuas diri. Target baru telah ditetapkan, yakni mendorong angka aktivasi hingga menembus 39 persen, sesuai hasil koordinasi dengan Bappeda Provinsi Jawa Timur.
“Targetnya masih harus kita kejar. Artinya, upaya edukasi dan pelayanan harus lebih masif,” jelas Agus. Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi terus digencarkan. Salah satunya melalui metode “jemput bola”, yakni pelayanan langsung ke masyarakat dalam berbagai kesempatan, termasuk saat layanan offline berlangsung.
Petugas tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga aktif mengedukasi dan membantu warga menginstal IKD di tempat. Langkah ini dinilai efektif mempercepat adopsi, terutama bagi masyarakat yang belum familiar dengan teknologi digital.
Dengan capaian ini, Kota Madiun semakin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, praktis, dan berbasis teknologi—sekaligus menjadi contoh percepatan digitalisasi administrasi kependudukan di daerah lain. (%)







