Benoa – Sebuah kapal Yacht berbendera Norwegia yang diawaki WNA asal Norwegia mengalami mati mesin di sekitar Perairan Selat Badung, Minggu (28/4/2024). Kapal tersebut berwarna putih dengan panjang 17 meter dan berlayar dari Dili (Timor Leste) hendak menuju Serangan, Denpasar.
Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (BasarnasBali) pada pukul 18.20 WITA dari rekan korban. “Keterangan pelapor menyebutkan bahwa penyebab mesin kapal mati karena kehabisan bahan bakar,” terang I Nyoman Sidakarya, S.H., Kepala Kantor Basarnas Bali.
Basarnas Bali langsung memberangkatkan tim SAR berjumlah 6 orang dari Pelabuhan Benoa dengan menggunakan Rigid Inflatabel Boat (RIB) pada malam hari. “Tim langsung bergerak menuju perkiraan lokasi, tentunya pergerakan malam kemarin cukup beresiko dengan situasinya jarak pandang terbatas,” jelas Sidakarya.
Namun, pada pukul 23.16 WITA tim SAR tidak dapat melanjutkan pencarian karena terkendala kondisi alun mencapai 2 hingga 4 meter. Pencarian dilanjutkan pada pagi harinya, dan pada pukul 07.45 WITA tim SAR menemukan kapal Yacht tersebut dalam keadaan aman di dekat Serangan.
“Ia berhasil berlayar dengan membuka layar kapal dan mengandalkan angin hingga bisa sampai dengan selamat,” tutup Sidakarya.
Tim SAR kemudian memberikan bantuan bahan bakar kepada kapal Yacht tersebut dan memantau pergerakannya hingga merapat di Pelabuhan Serangan. (!)







