Akibat cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur(NTT) dampak dari tingginya curah hujan disertai angin yang kencang juga dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Kota Kupang, diduga akibat tergerus oleh air sebagai dampak guyuran hujan selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan jalan yang menghubungkan kawasan Oebofu dan Naimata, mengalami patah dan aspalnya pecah di beberapa bagian, juga ada penurunan tanah jalan tersebut.
Tim media dari Nirmedia.co, yang mendatangi lokasi mendapati kondisi jalan tersebut kini telah ditutup dan sementara arus lalu lintas khususnya motor dialihkan melalui gang pemukiman warga(14/3/2024)
Informasi yang berhasil dihimpun tim media dilapangan menyebut bahwa beberapa saat setelah kondisi jalan tidak layak dilalui, Petugas telah mengalihkan arus kendaraan yang biasanya melintasi ruas Taebenu, ke ruas jalan Piet Tallo. Akibatnya terjadi kemacetan panjang mulai dari sekitar 200 meter mulai dari Jalan Bumi sampai ke Jembatan Liliba, Bundaran PU dan depan Kantor PT PLN Wilayah NTT.
Kondisi ini diperparah dengan proyek pembangunan duplikasi jembatan Liliba yang masih berlangsung sehingga pengemudi harus memperlambat laju kendaraan.
Kadis PUPR Kota Kupang, Maksi Dethan mengatakan petugas sudah selesai melakukan survei di lokasi jalan yang ambles tersebut. “Sementara disurvey,”
Masyarakat khususnya para pengguna jalan yang selama ini memanfaatkan jalan tersebut harus memutar jauh.
Rizal salah seorang ojek online mobil terpaksa harus memutar melewati jembatan Liliba untuk menjemput atau mengantar penumpang yang seharusnya kalau lewat jalan Oebofu lebih dekat dan lebih cepat.
“Kami sudah sudah kalau jalan di Oebofu menuju Naimata ditutup, jujur kalau dapat penumpang di Naimata kami harus memutar dulu lewat jembatan Liliba, itu terlalu jauh dan waktu tempuh jadi lebih lama, terkadang penumpang tidak mau mengerti itu akhirnya kami ojol yang disalahkan, padahal kondisinya memang memutar dan tidak jarang macet di kawasan jembatan Liliba” tegas Rizal. (*)







