Batam – Ikatan Keluarga Besar Lampung Kepri ( IKBL – Kepri ) menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas bagi pengurus di Aula Hotel Zia Boutique Sei Panas Batam Sabtu (25/11).
Ketua Umum IKBL Kepri, Erwin Sentosa menerangkan bahwa selama pandemi Covid 19 banyak kegiatan yang tertunda dan bisa terlaksana kembali saat ini. “Banyak kegiatan kita yang tertunda akibat pandemi, saat ini kondisi sudah pulih sehingga satu persatu program-program sudah bisa dilaksanakan kembali,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silahturahmi keluarga besar perantau yang berasal dari Lampung di Kepri sekalian sebagai ajang untuk memperkuat komunikasi, kata Lini.
Selama kegiatan tersebut berjalan ketua umum juga memperingati agar anggota IKBL bisa bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial, terlebih lagi saat ini sedang memasuki tahun politik yang memungkinkan informasi bohong banyak bertebaran di media sosial. “Harus bijak dan jangan langsung menyebarkan informasi sebelun diketahui kebenarannya,” katanya lagi.
Dijelaskan Erwin, IKBL Kepri ini terbentuk pada tahun 2018 silam, hal tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan komunitas atau organisasi perantau lampung yang tersebar di seluruh daerah di Kepri.
“IKBL ini merupakan organisasi induk dan saat ini banyak organisasi atau komunitas yang tersebar jadi semuanya kami satukan di dalam IKBL,” jelasnya.
Dalam hal ini AD ART diterangkan, seluruh perantau asal lampung dapat bergabung dalam organisasi IKBL sehingga bisa mendapatkan hak dan kewajiban sebagai anggota.
“Dalam AD-ART sudah dijelaskan IKBL merupakan Ormas sosial masyarakat, seluruh perantau Lampung bisa bergabung tentu dengan kewajiban membayar iyuran yang digunakan untuk anggota itu sendiri, selain itu para anggota IKBL juga berhak mendapat pembinaan serta pendampingan jika ada permasalahan,” tegasnya.
Hal ini seimbang juga dituturkan Waketum II IKBL Kepri, Novizul Khoy yang kenal disapa Roy, diberitahunya bahwa tidak hanya perantau asli Lampung anggota IKBL ini juga merupakan para perantau asal daerah lain yang sudah berdomisili dan menetap di Lampung.
“Lampung ini heterogen, ada warga asli Lampung, ada Jawa, ada Minang, Bugis, Sunda dan ada juga etnis lainnya, namun di IKBL kita menjadi Keluarga Besar,” jelasnya.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Bendahara IKBL Kota Batam yang turut hadir dalam acara tersebut , Darwin Hansun menuturkan, sebagai perantau kita tidak hanya sebagai penonton akan tetapi harus bisa berkontribusi untuk pembangunan Kepri.
“IKBL harus mengambil peran dalam pembangunan Kepri, banyak program program kemanusiaan yang diselenggarakan sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan daerah,” tutupnya.
Tampak dalam acara tersebut Bapak Kesbangpolinmas Provinsi Kepri, Anggota DPRD Provinsi Kepri Bapak Yusuf MM beserta para tamu undangan lainnya. (Han)







