IB Susrama: Purnama Kedasa, Momentum Suci untuk Mensucikan Pikiran dan Perbuatan

Ket Foto: Drs. Ida Bagus Susrama

Jembrana – Pulau Bali yang terkenal dengan keindahan alamnya juga merayakan tradisi dan adat istiadatnya dengan penuh kekentalan. Salah satu tradisi yang dijunjung tinggi adalah perayaan Hari Raya Purnama, yang diselenggarakan pada hari-hari tertentu atau hari baik yang disebut Dewasa Ayu.

Menurut penjelasan dari Ketua Komisi I DPRD Jembrana, Drs. Ida Bagus Susrama, Dewasa Ayu ditentukan berdasarkan sistem penanggalan tradisional Bali dan Jawa, yaitu sasih dan wuku. Salah satu perayaan yang didasarkan pada sasih atau bulan adalah Purnama, namun tidak semua Purnama jatuh pada Dewasa Ayu.

banner 728x250

Purnama, berasal dari kata “Purna” yang berarti sempurna, dirayakan saat bulan purnama. Setiap 15 hari sekali, umat Hindu merayakan Purnama, yang berarti dalam setahun mereka merayakan acara peringatan hari suci keagamaan sebanyak 13 kali. Pada hari suci ini, umat Hindu memuja Sang Hyang Chandra sebagai dewa kecermelangan untuk memohon kesempurnaan dan kesucian hidup.

Hari Purnama yang paling dianggap penting oleh umat Hindu adalah Hari Purnama Kedasa, yang jatuh pada Sasih Waisaka atau sasih kesepuluh. Biasanya, Purnama Kedasa diawali dengan perayaan Hari Raya Nyepi sebagai hari perenungan suci dalam hal pengendalian diri dan hawa nafsu.

“Purnama Kedasa merupakan hari penghormatan kepada Sang Hyang Sunyaamerta sebagai pemberi air suci kehidupan,” ujar Susrama.

Purnama Kedasa dianggap sebagai inti dari seluruh perayaan Purnama sepanjang tahun. Pada hari ini, umat Hindu melakukan persembahyangan ke pura-pura dengan membawa sarana dan prasarana persembahyangan yang sesuai.

Upacara Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih juga dilaksanakan saat Hari Raya Purnama Kedasa, di mana seluruh dewa bersatu dan turun untuk memberikan anugrahnya kepada umatnya. Selain itu, Purnama Kedasa juga dianggap sebagai hari peleburan segala kekotoran batin (mala).

“Oleh karena itu, umat Hindu disarankan untuk mensucikan diri secara jasmani dan rohani melalui doa, agar terhindar dari hal-hal negatif dan memberikan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang positif,” papar Susrama.

Hari ini, 24 Maret 2024, merupakan Hari Purnama Kedasa yang bertepatan dengan Kajeng Kliwon, wuku Pujut. Ini merupakan momen istimewa untuk merenung dan mempersembahkan penghormatan kepada para dewa.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250