BULELENG – Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol kini mulai menghantui peternak di Kabupaten Buleleng, Bali. Dugaan munculnya penyakit ini ditemukan pada ternak sapi milik warga di Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak.
Kabar ini mencuat tak lama setelah langkah lockdown dan isolasi pergerakan ternak dilakukan di enam desa di Kabupaten Jembrana. Merebaknya penyakit ini di ujung barat Pulau Dewata pun kian mengkhawatirkan masyarakat.
Salah seorang warga Desa Sumber Klampok, Ibu Ani, mengaku baru dua hari memelihara sapi tersebut. Ia dititipi oleh saudaranya untuk merawat hewan ternak itu.
“Saya baru dititip sama saudara baru dua hari saya pelihara. Saudara saya yang menyuruh untuk merawat dan datangnya memang sudah begini (berbentol). Saya tidak tahu kalau sapi ini sakit, soalnya biasa saja,” ujar Ani saat ditemui, Senin (19/1).
Ani menyebutkan kondisi fisik sapi yang diterimanya memang sudah dipenuhi benjolan di bagian kulit. Namun, karena perilaku sapi yang masih terlihat normal, ia tidak menyadari bahwa gejala tersebut mengarah pada penyakit menular.
Merespons temuan tersebut, pihak otoritas veteriner bergerak cepat. Dinas terkait dijadwalkan segera turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan penanganan medis.
Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, drh. Imron Suandy, menyatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan segera berkoordinasi dengan tim di lapangan.
“Baik, terima kasih informasinya. Akan kami koordinasikan dengan petugas keswan (kesehatan hewan) setempat,” kata Imron singkat saat dikonfirmasi.
Sementara, Kadistan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menegaskan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan juga melakukan uji sampel untuk mengetahui bahwa gejala tersebut memang penyakit LSD.
“Terima Kasih informasinya, besok (Selasa 20 Januari 2026) kita turunkan tim untuk melakukan pengecekan,” singkatnya
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan ketat guna mencegah penyebaran virus LSD lebih luas di wilayah Bali, mengingat mobilitas ternak antar-kabupaten di Bali bagian barat cukup tinggi.







