JEMBRANA – Kabupaten Jembrana tengah memberlakukan pengetatan atau lockdown aktivitas keluar masuk ternak menyusul temuan 28 kasus Lumpy Skin Disease (LSD). Namun, sebuah video beredar memperlihatkan aktivitas pengiriman sapi yang diduga hendak keluar dari Pulau Dewata.
Dalam video berdurasi 12 detik yang diterima redaksi, tampak sebuah truk pengangkut ternak berwarna oranye yang sudah siap berangkat. Video tersebut mencantumkan keterangan waktu 15 Januari 2025 dengan lokasi di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana.
“Selamat sore bos haji, berangkat dari Bali, semoga selamat sampai tujuan,” ujar suara seorang laki-laki dalam video tersebut.
Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, saat dikonfirmasi menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Pemerintah Provinsi Bali, pengiriman sapi dari Jembrana saat ini dibatasi ketat demi memutus rantai penyebaran virus LSD.
“Ya kalau bilang kecolongan, memang kecolongan. Karena di sini (Jembrana) berbatasan dengan Pulau Jawa. Jawa itu sudah endemis LSD, mau tidak mau kita berdampingan. Ada keluar masuknya hewan kami tidak tahu, kami tidak bisa mengawasi itu secara penuh, kemungkinan yang bisa (memantau ketat) itu karantina hewan,” kata Sugiarta, Kamis (16/1).
Sugiarta menjelaskan bahwa virus LSD sangat mudah menular melalui vektor atau perantara. “LSD itu ditularkan melalui nyamuk dan lalat,” imbuhnya.
Penanganan Sapi Terjangkit
Pihak dinas mengeklaim telah melakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) terhadap 28 kasus yang ditemukan. Fokus utama saat ini adalah melakukan penyemprotan disinfektan massal dan pemotongan bersyarat.
“Kemarin (14/1) kami lakukan pemotongan bersyarat untuk 5 ekor sapi di RPH Jembrana dengan bantuan dana pembelian sapi dari pengusaha,” jelas Sugiarta.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, 28 kasus LSD tersebut tersebar di enam desa/kelurahan yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya. Adapun wilayah yang terdampak meliputi, Desa Kaliakah, Desa Banyubiru, Desa Brangbang, Desa Baluk, Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Manistutu.
Pemerintah mengimbau para peternak dan pengusaha untuk kooperatif dalam masa pembatasan ini agar wabah tidak meluas ke kabupaten lain di Bali.(Sis)







