JEMBRANA – Kondisi Hutan Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, kini sangat memprihatinkan. Hutan yang dulunya dikenal rindang dengan pohon-pohon besar, kini berubah gundul. Ironisnya, lahan tersebut justru dipenuhi pohon pisang, cokelat, dan tanaman produksi lainnya yang diduga ditanam oleh oknum warga sekitar.
Pantauan di lokasi membenarkan kondisi tersebut. Nyaris tidak ada lagi pohon-pohon besar yang tersisa, hanya hamparan tanaman produksi. Padahal, lokasi hutan yang gundul ini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari kantor Desa Blimbingsari.
Sejumlah masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan hutan setempat mengungkapkan, penebangan pohon besar di Hutan Blimbingsari dilakukan secara sengaja oleh oknum warga untuk dimanfaatkan sebagai lahan tanam.
“Itu tentu saja hasil panen digunakan untuk kepentingan oknum warga tersebut. Banyak oknum warga yang memanfaatkan hutan itu sebagai sumber penghasilan,” ujar sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/10).
Aksi pengerusakan yang disinyalir terjadi pada lahan seluas puluhan hektar ini diduga terjadi karena pihak berwenang melakukan pengawasan dan terkesan tutup mata terhadap para pelaku.
Masyarakat khawatir, kondisi hutan yang gundul ini menjadi pemicu utama bencana alam. Menurut sumber, area hutan yang telah digunduli inilah yang kerap memicu banjir di wilayah tersebut saat musim hujan tiba.
“Karena sudah tidak ada lagi pohon-pohon besar yang menahan dan menyerap air hujan,” jelas sumber tersebut.
Selain banjir, lokasi di sekitar hutan tersebut juga dinilai rawan bencana longsor. Melihat kondisi ini, warga Jembrana mendesak aparat berwenang segera menertibkan aksi pengerusakan hutan. Warga juga meminta agar segera dilakukan reboisasi untuk mengembalikan kelestarian hutan.
Terkait kondisi Hutan Blimbingsari yang memprihatinkan ini, Kepala KPH Bali Barat, Agus Sugianto, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyatakan akan segera mengambil tindakan.
“Besok pagi kita perintahkan KRPH Penginuman, Melaya untuk mengecek ke lokasi, terimakasih atas informasinya,” singkat Agus Sugianto.(Sis/Tim)







