JAKARTA, nirmedi.co – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat dalam menerbitkan dan menyerahkan akta kematian kepada keluarga tiga korban kecelakaan pesawat jenis Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP. Pesawat latih itu jatuh di daerah BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/5/2024), pukul 13.50 WIB.
Direktur Dafdukcapil Akhmad Sudirman Tavipiyono menjelaskan bahwa ketiga jenazah diterbitkan akta kematiannya setelah mendapatkan data kematian dari RS Bhayangkara Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
“Kami kemudian berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil kabupaten/kota sesuai domisili para korban,” kata Direktur Tavipiyono.
Tavip menjelaskan bahwa dari 3 korban meninggal dunia, akta kematiannya telah selesai semua dan diserahkan kepada keluarganya oleh Dinas Dukcapil.
Berikut rinciannya:
– Disdukcapil Kabupaten Semarang kepada keluarga korban a.n. Putu Darmawan;
– Disdukcapil Kota Bandung a.n. Farid Ahmad; dan
– Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo a.n. Suanda.
“Khusus untuk almarhum Suanda diserahkan melalui kepala desa, karena keluarganya berada di Cirebon dan telah dihubungi akan diambil pekan depan,” ungkap Tavip.
Selain diterbitkan akta kematian, juga diterbitkan dan diserahkan KK baru dan KTP-el baru kepada istrinya dengan status cerai mati.
Secara terpisah, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi turut berduka cita atas musibah yang menimpa para korban, sembari mendoakan semua almarhum diterima segala amal baik di sisiNya.
Dirjen Teguh mengatakan bahwa penerbitan dokumen kependudukan terintegrasi tersebut dilakukan dengan cepat, mudah dan gratis.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik, keluarga tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil sesuai dengan alamat masing-masing,” tandas Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi.
Upaya cepat dan tanggap Ditjen Dukcapil dalam menerbitkan dokumen kependudukan bagi korban kecelakaan pesawat di BSD patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang prima, terutama bagi keluarga yang sedang berduka.
Kecepatan dan kemudahan dalam penerbitan dokumen kependudukan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban dan memperlancar proses administrasi yang diperlukan.(An/nir).







