Dinkes Ngawi Teguhkan Komitmen Wujudkan Ngawi Bebas TBC, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Keterangan Foto : Dinkes Ngawi Teguhkan Komitmen Wujudkan Ngawi Bebas TBC, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Ngawi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kurnia Convention Hall, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lintas sektor, organisasi profesi, dan perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan se-Kabupaten Ngawi.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan RAD TBC merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam upaya percepatan eliminasi TBC di daerah.

banner 728x250

“Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Melalui RAD ini, kita ingin memastikan setiap program dan kegiatan memiliki arah yang jelas dan terukur agar Ngawi bisa mencapai target bebas TBC pada tahun 2030,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, serta peran aktif kader dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam menemukan, mengobati, dan mencegah penularan TBC secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Ngawi, drg. Retno Dewi, MM, menyampaikan bahwa RAD TBC ini akan menjadi panduan penting dalam mengintegrasikan seluruh upaya penanggulangan TBC, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.

“Kami ingin memastikan setiap layanan kesehatan memiliki peran yang sinergis dalam menemukan dan menatalaksana kasus TBC. Diharapkan setelah RAD ini tersusun, seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama untuk bergerak bersama menekan angka kasus TBC di Ngawi,” jelasnya.

Dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Cristanto, SKM, M.Kes, memberikan apresiasi atas inisiatif Dinkes Ngawi dalam menyusun RAD TBC yang selaras dengan target nasional Eliminasi TBC 2030.

“Upaya seperti ini sangat penting karena RAD menjadi acuan konkret dalam perencanaan dan implementasi kegiatan di daerah. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, kami optimis Ngawi bisa menjadi salah satu kabupaten yang berhasil mencapai eliminasi TBC lebih cepat,” tutur Cristanto.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir dokumen rencana aksi yang komprehensif dan terukur sebagai panduan pelaksanaan program penanggulangan TBC di Kabupaten Ngawi, sekaligus wujud nyata komitmen bersama menuju Ngawi Bebas TBC 2030.

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250