Ngawi – Dalam upaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Pelatihan Surveilans Berbasis Laboratorium tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/10/2025) di Aula RM Notosuman ini diikuti oleh petugas surveilans dan petugas laboratorium dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Ngawi.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, khususnya pada pilar ketiga, yaitu mewujudkan sistem ketahanan kesehatan yang tangguh. Pilar tersebut menekankan pentingnya penguatan surveilans berbasis laboratorium yang andal, terintegrasi, serta mampu mendeteksi dan memantau penyakit infeksi maupun faktor risikonya secara cepat dan akurat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan agar mampu melaksanakan surveilans laboratorium secara efektif.
“Tenaga surveilans dan laboratorium memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini serta merespons cepat terhadap potensi wabah dan kedaruratan kesehatan masyarakat. Dengan pelatihan ini, kami ingin memastikan data yang diperoleh bersifat real-time, valid, dan dapat diandalkan” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Ngawi, drg. Retno Dewi Sulistiorini,MM menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan koordinasi lintas sektor.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun jejaring kerja yang solid antara fasilitas kesehatan, laboratorium, dan instansi terkait. Surveilans berbasis laboratorium harus menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti,” jelasnya.
Menurutnya, dengan SDM yang kompeten dan sistem yang terintegrasi, deteksi dini penyakit menular, pemantauan tren kesehatan, hingga respon terhadap potensi wabah dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di tempat kerja masing-masing, sehingga ketahanan sistem kesehatan di Ngawi semakin kuat,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan sistem surveilans laboratorium di tingkat daerah berjalan optimal dan berkelanjutan. (!)







