Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bidang Bina Marga melaksanakan rekonstruksi Jalan Kendung–Kwadungan. Proyek strategis ini bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp30,8 miliar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Ngawi Fauzi mengatakan bahwa rekonstruksi jalan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi agar lebih layak, aman, dan mendukung mobilitas warga.
“Ruas Kendung–Kwadungan merupakan jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian. Dengan adanya perbaikan menyeluruh, kami berharap pelayanan transportasi menjadi lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Diterangkannya pula bahwa pekerjaan rekonstruksi meliputi
pelebaran jalan menjadi 8 meter, peningkatan dan pelebaran jembatan, peningkatan lapisan aspal, penambahan ruas jalan,serta penguatan bahu jalan di beberapa titik rawan kerusakan.
Dengan nilai proyek mencapai puluhan miliar rupiah yang ditarget rampung sebelum akhir tahun anggaran berjalan tersebut, rekonstruksi Jalan Kendung–Kwadungan menjadi realisasi komitmen Pemkab Ngawi dalam membangun infrastruktur berkualitas demi mendukung pertumbuhan wilayah yang berkelanjutan.
Pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh PT Kali Suruh Karsa Mandiri sebagai kontraktor pelaksana dan CV Cipta Putra Prima bertindak sebagai konsultan pengawas tersebut, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Ngawi.
Ditemui di lokasi pekerjaan, Kamis (9/10/2025) Apung selaku pelaksana kegiatan menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami akan memastikan kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama. Setiap tahapan akan dikerjakan dengan standar terbaik agar hasilnya bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Menurutnya juga, bahwa selain memperlancar arus lalu lintas, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan aksesibilitas antarwilayah.
“pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tepat waktu. Pengawasan dilakukan secara ketat agar hasilnya berkualitas dan berdaya guna jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Slamet (45), warga Desa Kendung, mengaku senang dengan dimulainya proyek perbaikan tersebut.
“Sudah lama jalan ini rusak dan sering berlubang, apalagi kalau hujan. Sekarang diperbaiki, kami sangat bersyukur. Akses ke pasar dan sekolah jadi lebih mudah, dan kendaraan tidak cepat rusak,” ujarnya. (!)







